Ini Skandal Tas Dior yang Jerat Presiden Korsel

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Sumber :
  • Im Hun-jung/Yonhap via AP

Seoul – Rekaman kamera tersembunyi yang memperlihatkan ibu negara Korea Selatan menerima tas Dior sebagai hadiah, telah menjerumuskan suaminya, Presiden Yoon Suk Yeol bersama partainya ke dalam kontroversi yang dapat mengancam upaya mereka untuk merebut kembali mayoritas parlemen dalam pemilu pada April mendatang.

img_title Mengenal Kim Hee-jin, Rekan Setim Megawati Hangestri yang Pernah Bawa Korea Selatan Tembus Semifinal Olimpiade

Beberapa anggota Partai Kekuatan Rakyat (PPP) yang merupakan partai konservatif Yoon, telah mendesak presiden dan istrinya, Kim Keon Hee, untuk meminta maaf atas insiden yang dijuluki oleh media sebagai "skandal tas Dior" dan mengakui bahwa menerima hadiah seperti itu tidak pantas.

Sementara itu, kantor Yoon mengatakan tidak mau mengkonfirmasi atau membicaran hal tersebut.

img_title Media Korea Bongkar ‘Jimat Keberuntungan’ Kim Sang-sik saat Vietnam Gulung Timnas Indonesia 3-0

Dengan memilih untuk tetap diam, akan mendorong pemimpin partai untuk mengundurkan diri karena perbedaan pendapat mengenai pendirian beberapa anggota.

"Yoon juga berisiko menciptakan titik api yang pada akhirnya dapat merugikan PPP pada pemilu 10 April," kata para analis.

img_title 16 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Korea Selatan, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun

“Ini adalah sebuah bom politik,” kata Rhee Jong-hoon, seorang analis politik.

"Risiko Kim Keon Hee akan semakin besar."

Sebelumnya, Yoon memenangkan pemilu dengan kemenangan tipis pada tahun 2022, tetapi PPP yang dipimpinnya merupakan minoritas di parlemen, yang dikendalikan oleh saingannya, Partai Demokrat.

Para analis mengatakan ketika Kim, sebagai istri seorang pejabat pemerintah, menerima hadiah tersebut, yang diberi label harga US$2.250 atau Rp35,6 juta, maka dia telah melanggar undang-undang anti-suap.

Namun, para pendukung presiden mengatakan Kim adalah korban jebakan dari kampanye kotor.

Kasus ini muncul pada November lalu, ketika saluran YouTube menayangkan klip video yang direkam secara diam-diam oleh seorang pendeta keturunan Korea-Amerika dengan kamera tersembunyi saat dia mengunjungi Kim dan menyerahkan buah tangannya.

Pendeta Abraham Choi, yang telah terlibat dalam pertukaran keagamaan dengan Korea Utara dan merupakan penganjur keterlibatan dengan Pyongyang, mengatakan bahwa dia awalnya meminta pertemuan dengan Kim karena keprihatinannya terhadap kebijakan garis keras Yoon terhadap Korea Utara.

Choi memberikan tanggapannya atas hadiah mewah yang dia berikan pada istri Yoon tersebut. Menurutnya, itu hanya hal yang biasa untuk mendapatkan atensi.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut