Janji Manis Presiden Korea Selatan, Proyek Industri Nuklir Senilai Rp38,8 Triliun

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Sumber :
  • Im Hun-jung/Yonhap via AP

Korea Selatan – Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Kamis berjanji untuk meningkatkan industri tenaga nuklir dengan menyediakan proyek senilai 3,3 triliun Won (sekitar Rp38,8 triliun) dan pendanaan khusus senilai 1 triliun Won (Rp11,8 triliun).

img_title DPR-Pemerintah Pastikan Tak Ada PHK Bagi PPPK di Daerah

Pemerintah akan memberikan dukungan penuh agar tahun ini menjadi titik awal lompatan baru bagi industri tenaga nuklir, melampaui normalisasinya,” kata Presiden Yoon saat berbicara pada debat mengenai kebijakan sektor energi nuklir di Provinsi Gyeongsang Selatan, Korea Selatan, Kamis 23 Februari 2024.

Memulihkan industri tenaga nuklir adalah salah satu janji kampanye Yoon. Ia berjanji akan membalikkan kebijakan penghentian penggunaan nuklir pada pemerintahan presiden Korsel sebelumnya, Moon Jae-in.

img_title Media Korea Selatan Soroti Kelakuan Tak Biasa Pemain Vietnam usai Kalahkan Timnas Indonesia 3-0 di Piala AFF 2026

Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol

Photo :
  • AP Photo/Manu Fernandez)

Janji kampanye itu juga akan mendukung investasi perusahaan di industri nuklir dengan memberikan keringanan pajak untuk investasi fasilitas, serta penelitian dan pengembangan.

img_title Opsi Pembiayaan Geser ke Platform Digital, OJK: Utang Pinjol Masyarakat Capai Rp 105 Triliun Per Juni 2026

Melansir Yonhap, Jumat, 22 Februari 2024, Yoon mengatakan bahwa Korsel akan menginvestasikan lebih dari 4 triliun Won (sekitar Rp47 triliun) dalam penelitian dan pengembangan sektor tenaga nuklir selama masa jabatan lima tahun pemerintahannya.

Kemudian, menurut dia, pemerintahannya juga akan mengesahkan undang-undang khusus yang mendukung industri tenaga nuklir dan menetapkan peta jalan tenaga nuklir jangka panjang yang bertujuan untuk mencapai netralitas karbon.

Dalam langkah-langkah kebijakan yang menyasar wilayah setempat, Yoon berjanji untuk mengubah kompleks industri berusia 50 tahun di daerah Changwon menjadi ruang industri budaya yang dapat dinikmati oleh generasi muda dengan mencabut berbagai peraturan yang membatasi penggunaannya dan jenis usaha yang diperbolehkan beroperasi di sana.

Ia juga menyebutkan bahwa pemerintah akan mencabut zona hijau di Changwon, yang dilarang untuk dikembangkan demi tujuan pelestarian lingkungan, agar dapat memungkinkan masuknya investasi senilai lebih dari 20 triliun Won (Rp235 triliun) di industri strategis lokal dan pembangunan kompleks industri nasional untuk pertahanan dan tenaga nuklir.

Sementara untuk di kota terdekat, yakni Geoeje, Yoon akan memobilisasi semua langkah kebijakan yang mungkin untuk menciptakan kompleks industri yang menampilkan budaya dan seni, teknologi informasi dan komunikasi, serta bioteknologi dan obat-obatan.

Langkah itu termasuk menginvestasikan 3 triliun Won (Rp35,3 triliun) selama 10 tahun untuk mengembangkan pariwisata di wilayah tersebut.

Ilustrasi industri manufaktur.

Iklim Bisnis dan Prospek Manufaktur Masih Ekspansif di Kuartal II-2026, BPS Beberkan Datanya

Edy BPS mengatakan nilai IKBM yang berada di atas angka 50 menunjukkan kondisi dan prospek bisnis industri manufaktur pada kuartal II-2026 masih berada pada fase ekspansi

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut