Ada Apa di Kota Isfahan Iran yang Baru Saja Diserang Israel?

Detik-detik Serangan Israel ke Iran (Doc: Fox News)
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Natania Longdong

Taheran – Media-media Amerika Serikat, termasuk ABC News, melaporkan bahwa Israel telah melakukan serangan balasan setelah tiga ledakan terjadi di sekitar bandara kota Isfahan, Iran, pada Jumat, 19 April 2024 malam.

img_title Stok Rudal AS Dilaporkan Berkurang

Meskipun jenis serangan atau senjata yang digunakan belum diketahui dengan pasti, serangan tersebut diyakini berasal dari Israel.

Dilansir dari ABC News, Jumat, 19 April 2024, Isfahan merupakan kota strategis bagi Iran yang memiliki sejumlah fasilitas penting seperti pusat penelitian dan pengembangan militer, serta pangkalan-pangkalan militer.

img_title Terungkap Alasan Trump Setop Serangan ke Iran Usai Gempuran Selama 13 Hari Beruntun

Bangunan rusak usai kebakaran di Fasilitas Nuklir Natanz Iran, di Isfahan, Iran

Photo :
  • ANTARA/REUTERS/Atomic Energy Organization of Iran/WANA/aa.

Selain itu, kota Natanz yang yang berjarak hanya 125 kilometer dari Isfahan juga memiliki fasilitas pengayaan nuklir.

img_title Zelensky: Gencatan Senjata Lebih Baik Daripada Perang 10 sampai 20 Tahun

Pada tahun lalu, berdasarkan foto dan video terungkap Iran di kota Natanz juga tengah mengembangkan fasilitas nuklir di bawah tanah yang tak bisa dijangkau oleh rudal atau misil.

Penerbangan dihentikan

Pemerintah Iran sendiri telah menghentikan penerbangan di sejumlah kota menyusul serangan Israel ke kota Isfahan.

Dilansir dari Aljazeera, kota-kota yang penerbangannya dihentikan meliputi Tehran, Isfahan, dan Shiraz. Militer Iran juga telah mengaktifkan sistem pertahanan udara. Belum diketahui kerusakan atau korban akibat serangan.

Disebut Iran Bakal Balas dengan Rudal Canggih

Iran meluncurkan rudal ke arah Israel

Photo :
  • tangkapan layar

Dilansir dari Independent, Komandan Senior Garda Revolusi Iran Ahmad Haghtalab memperingatkan jika Israel menyerang pusat nuklirnya, maka Iran akan melakukan pembalasan.

“Kami pasti akan membalasnya dengan rudal canggih yang menyerang situs nuklir mereka sendiri,” kata Ahmad.

Ini adalah pertama kalinya Iran secara eksplisit merujuk pada dugaan program senjata nuklirnya sejak negara itu melancarkan serangan terhadap Israel.

Dan hal ini terjadi sehari setelah Presiden Iran Ebrahim Raisi memperingatkan bahwa invasi “terkecil” sekalipun ke wilayahnya akan menimbulkan respons yang “besar dan keras”.

Para ahli telah memperingatkan bahwa sejak Donald Trump membatalkan perjanjian nuklir antara Iran dan AS, Teheran mampu membuat bom nuklir dalam waktu enam bulan hingga satu tahun.

Rudal pencegat HAWK.

AS Mulai Kehabisan Rudal Pencegat, Jadi Alasan Trump Batal Serang Iran?

juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan militer AS tetap memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan setiap operasi sesuai keputusan presiden.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut