Joe Biden Disalahkan atas Kekalahan Kamala Harris pada Pemilu AS
- ANTARA/M Agung Rajasa
Perdana Menteri Liberal Kanada Justin Trudeau, misalnya, memangkas tingkat imigrasi di bawah kritik dari pihak kanan, dan partai-partai sayap kanan Eropa telah berjanji untuk memperketat aturan imigrasi, sambil menarik suara dari pihak kiri-tengah.
Hal itu tidak menghentikan seruan agar Partai Demokrat melakukan perhitungan ulang dari para donatur dan pemilih setelah kekalahan Harris.
"Partai membutuhkan perombakan total," tulis manajer dana lindung nilai Bill Ackman, donatur lama Demokrat yang mendukung Trump pada tahun 2024 di X.
"Partai berbohong kepada rakyat Amerika tentang kesehatan kognitif dan kebugaran presiden," sambungnya.
Sementara itu, tim kampanye Harris dan Gedung Putih menolak berkomentar.
Kekhawatiran tentang masalah pencalonan Harris sebagai presiden pun semakin dalam.
Dua kelompok yang diandalkan Harris untuk mengalahkan Trump yakni pemilih muda yang semakin beragam, yang diyakini termotivasi oleh perubahan iklim, nilai-nilai liberal dan kecakapannya dalam media sosial, serta perempuan yang khawatir tentang menyusutnya hak aborsi di bawah pemerintahan Republik, malah beralih ke arah Trump.
Secara keseluruhan, pangsa pemilih Trump yang berusia di bawah 45 tahun naik 2 poin persentase dari tahun 2020, demikian pula dengan pangsa pemilih perempuan, menurut data jajak pendapat Edison Research.
Trump juga meningkatkan dukungannya di banyak daerah pinggiran kota, tempat Demokrat mengira mereka telah membuat terobosan.
Pergeseran itu terjadi bahkan ketika tim kampanye Harris bersikeras bahwa persaingan ketat, dan bahwa ia memperoleh pemilih baru.
Seorang pejabat Komite Nasional Demokrat mengatakan bahwa ia menerima pesan teks kemarahan dari anggota partai pada Selasa malam.
"Mereka merasa dibohongi oleh tim kampanye," kata pejabat itu.
Kekalahan Harris adalah kekalahan pahit kedua Demokrat atas Trump selama tiga pemilihan terakhir. Kekalahan Hillary Clinton pada tahun 2016 telah membuka jalan bagi Biden untuk maju.
"Kami keluar dari lubang yang dalam tetapi tidak cukup. Kekalahan yang menghancurkan," tulis David Plouffe, penasihat senior tim kampanye Harris di X.
Pernyataan itu tampaknya merujuk pada jajak pendapat Biden yang lemah sebelum ia keluar dari perlombaan.
Dukungan Biden dan Harris terhadap Israel selama serangannya di Gaza juga memecah Partai Demokrat, dengan banyak Demokrat progresif yang menyerukan agar AS mengekang bantuan militernya ke Israel, tetapi tidak berhasil. Hal itu membuat suara di antara Demokrat yang condong ke kiri berkurang.
