Surat Perintah Penangkapan Batal, Presiden Korsel Yoon Suk Yeol Bebas

Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol
Sumber :
  • AP Photo

Seoul, VoxPop – Pengadilan Korea Selatan membatalkan surat perintah penangkapan Presiden Yoon Suk Yeol yang dimakzulkan, pada Jumat, 7 Maret 2025.

img_title Media Korea Selatan Soroti Kelakuan Tak Biasa Pemain Vietnam usai Kalahkan Timnas Indonesia 3-0 di Piala AFF 2026

Pembebasan Yoon membuka jalan bagi dirinya setelah penangkapannya pada pertengahan Januari atas tuduhan pemberontakan karena menerapkan darurat militer.

Pengadilan Distrik Pusat Seoul mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa putusannya didasarkan pada waktu dakwaan yang muncul setelah masa penahanan awal berakhir, dan mencatat pertanyaan tentang legalitas proses investigasi yang melibatkan dua lembaga terpisah.

img_title Mengenal Kim Hee-jin, Rekan Setim Megawati Hangestri yang Pernah Bawa Korea Selatan Tembus Semifinal Olimpiade

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol memberikan pernyataan terkait Itaewon

Photo :
  • Sun Myung-geon/Yonhap via AP

Pada 15 Januari, Yoon menjadi presiden pertama yang sedang menjabat yang ditangkap atas tuduhan pidana setelah berhari-hari terjadi kebuntuan antara pengawal presiden dan pihak berwenang yang menangkap.

img_title 16 Orang Tewas Akibat Gelombang Panas di Korea Selatan, Suhu Tertinggi dalam 122 Tahun

"Keputusan pengadilan untuk membatalkan penangkapan menunjukkan bahwa hukum di negara ini masih berlaku," kata pengacara Yoon dalam sebuah pernyataan, dikutip dari The Sundaily.

Pengacara Yoon juga mengatakan bahwa Yoon mungkin tidak akan segera dibebaskan karena jaksa penuntut dapat mengajukan banding. Namun, kantor kejaksaan tidak segera mengomentari putusan tersebut.

Tim pembela berpendapat bahwa surat perintah yang dikeluarkan pada 19 Januari, yang memperpanjang penahanan Yoon tidak sah karena permintaan yang diajukan oleh jaksa penuntut cacat secara prosedural.

Yoon mengatakan deklarasi darurat militernya pada 3 Desember diperlukan untuk membasmi unsur-unsur "anti-negara" tetapi mencabut dekrit tersebut enam jam kemudian setelah parlemen memberikan suara untuk menolaknya. Ia mengatakan bahwa ia tidak pernah bermaksud untuk memberlakukan darurat militer sepenuhnya.

Beberapa minggu kemudian ia dimakzulkan oleh parlemen yang dipimpin oposisi atas tuduhan telah melanggar tugas konstitusionalnya dengan mengumumkan darurat militer.

Mahkamah Konstitusi diperkirakan akan segera memutuskan pemakzulannya.

Ilustrasi bendera Korea Utara.

Korsel Lanjutkan Bangun Jalur Kereta ke Korut pada 2027

Proyek pembangunan jalur kereta api Korsel ke Korut telah diluncurkan pada 2015, tetapi ditangguhkan pada 2016 setelah hubungan lintas batas itu memburuk.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut