Usai Pemberontakan, Yoon Suk Yeol Kembali Didakwa Penyalahgunaan Kekuasaan

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol
Sumber :
  • Im Hun-jung/Yonhap via AP

Seoul, VoxPop – Mantan presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol didakwa pada Kamis, 1 Mei 2025, atas penyalahgunaan kekuasaan terkait dengan darurat militernya.

img_title MA Korsel Tetap Vonis Eks Presiden Yoon Suk Yeol Penjara

Hal itu disampaikan oleh jaksa penuntut, yang akan menambah hukuman bagi mantan pemimpin yang dimakzulkan itu.

Yoon Suk Yeol saat diamankan Polisi Korsel buntut kebijakan darurat militer

Photo :
  • AP Photo
img_title PDIP Heran Muzani Diutus Hadiri Pemakaman Ali Khamenei: MPR dan Presiden Sama-sama Lembaga Tinggi Negara

Dakwaan baru itu muncul saat Yoon diadili karena mengatur pemberontakan dengan upaya darurat militernya pada 3 Desember 2024.

Jaksa pertama kali mendakwa Yoon pada bulan Januari, saat ia masih menjabat sebagai presiden dan dicap sebagai "pemimpin pemberontakan", tuduhan yang tidak dilindungi oleh kekebalan presiden.

img_title Presiden Lebanon: Perjanjian dengan Israel Tak Sahkan Pendudukan

"Kami telah melanjutkan persidangan (pemberontakan) tersebut sambil melakukan penyelidikan tambahan terhadap tuduhan penyalahgunaan kekuasaan, yang mengarah pada dakwaan tambahan ini," kata jaksa dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Channel News Asia, Jumat 2 Mei 2025.

Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol pada Selasa, 29 Oktober 2024, menyatakan bahwa penempatan tentara Korea Utara di Rusia merupakan ancaman keamanan bagi Korea Selatan dan komunitas global, menurut laporan media lokal.

Photo :
  • ANTARA/Anadolu

Yoon ditangkap pada pertengahan Januari setelah bersitegang selama berhari-hari dengan pihak berwenang atas tuduhan pemberontakan, tetapi dibebaskan pada bulan Maret atas dasar prosedural.

Dakwaan baru tersebut muncul sehari setelah penyidik menggerebek kediaman pribadi Yoon di Seoul sebagai bagian dari penyelidikan atas tuduhan penyuapan yang melibatkan istrinya Kim Keon Hee dan seorang dukun yang dituduh menerima hadiah mewah atas nama mantan ibu negara tersebut.

Ibunda Sahril Sobirin, santri asal Lombok menangis saat RDP bersama Komisi III DPR RI di Jakarta, Senin (13/7).

Tangis Ibu Santri yang Tewas Dibakar, Minta Tolong Prabowo, Singgung Dugaan Oknum Polisi dan Kemenag Tutupi Kasus

Tangis ibu Sahril Sobirin pecah saat menyampaikan permohonan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi III DPR RI. Ia meminta kasus kematian.

img_title
VoxPop.co.id
14 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut