5 Situs yang Menakjubkan Dunia Selama Puncak Haji
- Bahauddin-Darmawan/MCH2019
Mekkah, VoxPop – Jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia pada hari-hari ini mulai memadati Kota Mekkah, Arab Saudi, untuk menunaikan ibadah haji. Salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi yang mampu.
Selain merupakan ibadah spiritual yang agung, ibadah haji merupakan napak tilas melewati berbagai situs bersejarah dan menakjubkan yang sarat makna dan nilai religius.
Uniknya, beberapa situs di Kota Mekkah ternyata hanya dipadati manusia setahun sekali saja, saat musim haji. Selebihnya bak kota mati, padang tandus tak berpenghuni.
Berikut ini adalah beberapa situs di Kota Mekkah yang menakjubkan dunia selama musim haji:
1. Tawaf di Ka'bah Masjidil Haram
Jemaah haji melakukan Tawaf Wada
- MCH 2022
Ka'bah, yang berada di tengah Masjidil Haram, adalah titik pusat kiblat umat Islam di seluruh dunia. Masjidil Haram merupakan masjid terbesar di dunia, dan saat musim haji, jutaan orang melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh kali putaran.
Meskipun Masjidil Haram dapat menampung lebih dari 2 juta jemaah secara bersamaan, ketika musim haji tiba jemaah begitu sesak. Lintasan Tawaf penuh hingga ke lantai atas masjid. Tak satupun lantai masjid terlihat, semua terisi manusia.
Diketahui, Tawaf merupakan salah satu rukun dalam ibadah haji dan umrah. Dalam prosesi haji, Tawaf ifadhah termasuk ke dalam tawaf rukun haji yang dilakukan setelah mengerjakan wukuf di Padang Arafah serta bermalam di Muzdalifah.
Apabila tidak dikerjakan, maka ibadah haji dianggap tidak sah dan tidak bisa diganti dengan ibadah lain atau denda. Tawaf ifadhah juga sebagai penanda bahwa rangkaian ibadah haji telah selesai dilaksanakan.
2. Padang Arafah dan Jabal Rahmah yang Memutih
Jabal Rahmah di Arafah saat Wukuf
- MCH 2022
Padang Arafah merupakan situs paling suci dalam haji karena wukuf di Arafah adalah rukun haji yang tidak bisa digantikan. Sebab haji dikenal sebagai Arafah -- tanpa wukuf di Arafah maka tidak sah hajinya.
Ribuan jemaah haji berkumpul di tenda-tenda besar berwarna putih di bawah terik matahari, mengenakan pakaian ihram putih, duduk berdiam diri, berzikir, memanjatkan doa dan permohonan ampun kepada Allah pada tanggal 9 Dzulhijjah selepas Salat Zuhur hingga waktu Magrib.
