Kunjungi Gaza, Utusan Khusus Trump Cek Kepatuhan Israel soal Gencatan Senjata

Bocah Gaza tewas tertimpa palet bantuan kemanusiaan yang dijatuhkan dari udara
Sumber :
  • Al Jazeera

Jakarta, VoxPop – Utusan Khusus Presiden AS Donald Trump, Steve Witkoff menegaskan, kunjungannya ke Jalur Gaza bersama kepala Pusat Komando AS (CENTCOM) Brad Cooper dan menantu Trump, Jared Kushner, adalah untuk memastikan kepatuhan Israel dalam tahap pertama gencatan senjata.

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Di aku X miliknya, Witkoff memastikan bahwa kepergiannya ke Gaza bersama Laksamana Cooper dan Jared Kushner adalah demi memverifikasi kepatuhan Israel terhadap Fase I perjanjian.

"Kami menerima pengarahan terperinci tentang keamanan, bantuan kemanusiaan, dan upaya pencegahan konflik. Dengan komitmen yang berkelanjutan, perdamaian tetap dalam jangkauan," ujar Witkoff di X, dikutip Minggu, 12 Oktober 2025.

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

Trump menfasilitasi komunikasi PM Israel Netanyahu dengan Emir Qatar

Photo :
  • White House

Sebelumnya, Trump juga telah mengumumkan bahwa Israel dan gerakan Palestina Hamas telah mencapai kesepakatan untuk melaksanakan tahap pertama rencana perdamaian Gaza. Selama tahap pertama, Hamas akan membebaskan sandera Israel, dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang disepakati di dalam wilayah kantong tersebut.

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Rezim Zionis juga harus membebaskan ratusan warga Palestina dari penjara-penjara Israel, termasuk sebagian besar yang dijatuhi hukuman seumur hidup karena terorisme.

Sebelumnya, Witkoff juga telah menyampaikan kepada Hamas melalui Turki, Mesir, dan Qatar sebagai mediator, bahwa Trump akan memastikan implementasi rencana perdamaian yang dia usulkan.

Seraya mengutip dua pejabat AS yang berbicara secara anonim, disebutkan bahwa jaminan dari Trump mencakup pembentukan satgas yang dipimpin AS, untuk memantau gencatan senjata dan menangani setiap pelanggaran yang terjadi.

Satgas itu kabarnya akan bekerja di sebuah kantor pusat di Israel dengan melibatkan 200 tentara dan perwira AS. Selain itu, ada pula perwira militer dari Mesir, Qatar, Turki, dan Uni Emirat Arab, yang juga diperkirakan akan bergabung dalam misi tersebut.

Sebab, Israel sebelumnya telah melanggar kesepakatan gencatan senjata yang dicapai pada Maret. Salah satu pejabat AS itu mengatakan ada rasa tidak percaya yang sangat besar di antara kedua pihak yang bertikai, dan Trump ingin menegaskan bahwa kesepakatan itu sangat penting bagi dirinya.

Dia menegaskan, Trump dipastikan "ingin mengakhiri pertumpahan darah", dan ingin memastikan semua pihak menjalankan kesepakatan itu dengan baik.

VoxPop Militer: Pasukan Hamas Palestina

Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan, pihaknya tidak akan mengambil langkah apa pun terkait pelucutan senjata sebelum pasukan Israel mundur dari Jalur Gaza.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut