Kebijakan Pengajuan Visa Tinggal Terbaru Trump: Bakal Ditolak Jika Pemohonnya Obesitas-Diabetes
- White House
Amerika Serikat, VoxPop – Pemerintahan Donald Trump kembali mendapat sorotan usai kebijakan terkait dengan pengajuan visa tinggal untuk imigran. Kebijakan tersebut terkait dengan kondisi medis yang dialami oleh pemohon visa tersebut.
Disebutkan bahwa warga asing yang ingin mengajukan visa untuk tinggal di AS bisa saja ditolak jika mereka memiliki kondisi medis seperti diabetes atau obesitas. Panduan tersebut, yang dikirim Departemen Luar Negeri kepada staf kedutaan dan konsulat, menginstruksikan petugas visa untuk menyatakan penolakan terhadap pemohon yang tidak memenuhi syarat masuk ke AS karena berbagai alasan baru, termasuk faktor usia atau potensi ketergantungan mereka pada bantuan publik.
Dalam dokumen itu disebutkan bahwa orang-orang dengan kondisi tersebut bisa dianggap sebagai public charge atau berpotensi membebani sumber daya Amerika karena masalah kesehatan atau usia mereka.
Selama bertahun-tahun, pengecekan kesehatan memang sudah menjadi bagian dari proses pengajuan visa, termasuk pemeriksaan penyakit menular seperti tuberkulosis dan riwayat vaksinasi. Namun, para ahli mengatakan pedoman baru ini memperluas daftar kondisi medis yang harus dipertimbangkan dan memberi petugas visa kewenangan lebih besar untuk menilai kelayakan imigrasi berdasarkan status kesehatan pemohon.
Arahan ini merupakan bagian dari kampanye agresif pemerintahan Trump yang menargetkan deportasi imigran tanpa dokumen dan mencegah orang lain untuk masuk ke AS. Upaya tersebut mencakup penangkapan massal setiap hari, larangan bagi pengungsi dari negara tertentu, hingga rencana memperketat kuota total imigran yang diizinkan masuk.
“Kamu harus mempertimbangkan kondisi kesehatan pemohon.Beberapa kondisi medis termasuk tetapi tidak terbatas pada penyakit kardiovaskular, gangguan pernapasan, kanker, diabetes, penyakit metabolik, gangguan neurologis, dan masalah kesehatan mental bisa membutuhkan biaya perawatan hingga ratusan ribu dolar,” demikian isi pernyataan tersebut dikutip dari laman NPR, Senin 17 November 2025.
Seperti diketahui, sekitar 10 persen populasi dunia hidup dengan diabetes. Penyakit kardiovaskular juga sangat umum dan menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia.
Dokumen tersebut juga mendorong petugas visa untuk mempertimbangkan kondisi lain, seperti obesitas, yang disebut dapat memicu asma, sleep apnea, dan tekanan darah tinggi, dalam menilai apakah seorang imigran berpotensi menjadi beban publik dan perlu ditolak masuk ke AS.
