Wapres Tuduh IAEA Bocorkan Informasi ke Israel soal Situs Nuklir Iran

Fasilitas nuklir Iran (ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu/py/am

Teheran, VoxPop – Wakil Presiden Iran sekaligus Presiden Organisasi Tenaga Atom Iran, Mohammad Eslami, mengatakan bahwa situs nuklir pertama Iran yang diserang Israel pada Juni adalah pabrik produksi bahan bakar untuk reaktor penelitian nuklir.

img_title Kebakaran Hebat Landa Ruko Central Cikini, 20 Mobil Damkar Dikerahkan

Dia menegaskan bahwa informasi mengenai fasilitas tersebut hanya diketahui oleh Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA).

“Situs pertama yang diserang Israel adalah pabrik yang memproduksi bahan bakar untuk Reaktor Teheran … Informasi mengenai fasilitas itu telah kami sampaikan kepada IAEA,” kata Eslami dalam sebuah konferensi di Teheran.

img_title AS Mulai Kehabisan Rudal Pencegat, Jadi Alasan Trump Batal Serang Iran?

“Kami memiliki ruang uji coba di gedung tersebut, dan ruangan itu dilengkapi dengan bantuan IAEA. Ruangan itulah yang menjadi sasaran serangan. Bagaimana mungkin serangan setepat itu terjadi tanpa penyalahgunaan informasi dari IAEA?” ujarnya melanjutkan.

Eslami menjelaskan bahwa reaktor penelitian nuklir yang menggunakan bahan bakar tersebut memiliki tujuan damai, termasuk untuk memproduksi obat-obatan radioaktif bagi rumah sakit.

img_title Trump Ancam Serang Iran Besar-besaran Jika Perundingan Gagal

Sebelumnya pada 13 Juni, Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran dengan menargetkan fasilitas nuklir, komandan militer, fisikawan nuklir terkemuka, serta pangkalan udara, setelah menuduh Iran menjalankan program nuklir militer rahasia.

Iran membantah tuduhan tersebut. Selama 12 hari, Iran dan Israel saling melancarkan serangan, yang kemudian disusul oleh Amerika Serikat yang menyerang fasilitas nuklir Iran pada 22 Juni.

Teheran membalas dengan menyerang Pangkalan Udara Al Udeid milik AS di Qatar, kemudian menyatakan bahwa Iran tidak berniat meningkatkan eskalasi konflik lebih lanjut.

Presiden AS Donald Trump pada 23 Juni mengatakan bahwa Israel dan Iran telah sepakat untuk melakukan gencatan senjata guna mengakhiri “perang 12 hari” tersebut. (Ant)

Direktur Pengendalian Perhutanan Sosial Kemenhut Marcus Octavianus Susatyo (tengah)

Indonesia Dorong Negara ASEAN Perkuat Hak Kelola Hutan untuk Masyarakat

Kemenhut dorong penguatan tata kelola perhutanan sosial di ASEAN sebagai upaya perkuat kepastian tenurial sekaligus meningkatkan peran masyarakat dalam pengelolaan hutan.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut