Trump Setuju Rilis Berkas Jeffrey Epstein, Rahasia Baru Akan Terkuak? 

Jeffrey Epstein
Sumber :
  • townandcountrymag

Jakarta, VoxPop – Presiden Donald Trump akhirnya menandatangani rancangan undang-undang (RUU) yang mewajibkan pemerintahannya merilis berkas terkait kasus Jeffrey Epstein. Keputusan ini menjadi titik balik penting karena selama beberapa bulan Trump menolak langkah tersebut, meski tekanan dari partainya sendiri terus meningkat.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Penandatanganan dilakukan pada Rabu di Washington. Langkah ini sekaligus mengakhiri tarik ulur panjang antara Gedung Putih dan anggota Kongres yang mendorong transparansi penuh terkait kasus Epstein, pelaku kejahatan seksual yang pernah memiliki hubungan dekat dengan berbagai tokoh elit dunia.

Trump sejatinya memiliki wewenang untuk merilis sebagian berkas itu sejak beberapa bulan lalu, namun ia memilih tidak melakukannya. Dalam sebuah unggahan di media sosial, Trump menuduh pihak lawan politiknya memanfaatkan isu Epstein. 

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

"Demokrat telah menggunakan isu ‘Epstein’ yang lebih berdampak pada mereka dibanding Partai Republik untuk mencoba mengalihkan perhatian dari Kemenangan KAMI yang LUAR BIASA," kata Trump sebagaimana dikutip dari AP News, Kamis, 20 November 2025.

Presiden AS Donald Trump.

Photo :
  • White House
img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

RUU yang kini telah menjadi undang-undang itu mewajibkan Departemen Kehakiman merilis semua berkas dan komunikasi terkait Epstein serta informasi terkait investigasi atas kematiannya di penjara federal pada 2019. 

Seluruh dokumen harus dipublikasikan dalam waktu 30 hari. Undang-undang tersebut hanya mengizinkan penyuntingan bagian tertentu yang dapat mengungkap identitas korban dalam investigasi federal yang masih berjalan. 

Departemen Kehakiman tidak diperbolehkan menahan informasi dengan alasan “rasa malu, kerusakan reputasi, atau sensitivitas politik”. Keputusan ini menjadi perkembangan besar bagi sebuah upaya legislatif yang awalnya dianggap mustahil. 

Dorongan untuk membuka berkas tersebut berasal dari koalisi tidak biasa yang terdiri dari anggota Partai Demokrat, satu anggota Partai Republik yang sering berseberangan dengan presiden, serta beberapa mantan loyalis Trump.

Bahkan pekan lalu, pemerintahan Trump sempat memanggil salah satu anggota Partai Republik yang mendukung pembukaan berkas, yaitu Rep. Lauren Boebert dari Colorado, ke Situation Room untuk membahas masalah ini. Namun Boebert tetap tidak berubah sikap.

Pada akhir pekan, Trump melakukan perubahan sikap yang cukup tajam. Setelah menyadari bahwa Kongres hampir pasti meloloskan RUU tersebut, ia memutuskan untuk berhenti menolak. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut