Trump Ngamuk ke Netanyahu Usai Israel Bunuh Komandan Hamas saat Gencatan Senjata
- White House
Sementara itu, pemerintah Israel mengatakan kepada pemerintahan Trump bahwa Hamas-lah yang melanggar perjanjian dengan menyerang tentara dan melanjutkan penyelundupan senjata, menurut pejabat Israel tersebut.
"Pembunuhan Raed Saad, seorang teroris kelas kakap yang bekerja siang dan malam untuk melanggar perjanjian dan memperbarui pertempuran, dilakukan sebagai tanggapan atas pelanggaran ini dan dimaksudkan untuk memastikan kelanjutan gencatan senjata," kata pejabat Israel tersebut.
Gencatan senjata di Gaza yang ditandatangani pada 10 Oktober dengan jaminan Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat dinilai rapuh. Pihak Gaza menuding Israel telah berulang kali melanggarnya.
Kantor Media Pemerintah Gaza menyebut sedikitnya 350 warga Palestina tewas akibat serangan Israel sejak gencatan senjata diberlakukan, dengan total 738 dugaan pelanggaran.
Israel juga dilaporkan membatasi masuknya bantuan kemanusiaan dan pasokan medis ke Gaza serta mencegah pembukaan kembali penyeberangan Rafah ke Mesir.
Pemerintahan Trump selama ini cenderung tidak banyak berkomentar secara terbuka mengenai dugaan pelanggaran tersebut. Namun, pembunuhan Raad Saad dinilai berpotensi mempersulit upaya Washington untuk mempertahankan dan memperluas gencatan senjata.
Saat ditanya mengenai hubungannya dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Trump membantah adanya ketegangan.
"Israel dan saya telah bergaul dengan sangat baik. Hubungan saya dengan Bibi Netanyahu jelas sangat baik," ujar Trump di Gedung Putih.
