Usai Ditangkap AS, Rekam Jejak Presiden Venezuela yang Aktif Bela Palestina Kembali Disorot
- Getty Image via BBC News
Jakarta, VoxPop – Penangkapan presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores oleh pasukan Delta Force Amerika pada pekan lalu masih mendapat atensi luas publik. Penangkapan pemimpin negara itu dinilai melanggar hukum internasional dan kedaulatan negara. Sejumlah negara pun menyampaikan kritik mereka terhadap Donald Trump.
Menyusul dengan penangkapan Nicolás Maduro dan istrinya, publik kembali mengorek-ngorek masa kepempinan Maduro sebagai kepala negara. Salah satu yang mencuri perhatian publik adalah Maduro sangat aktif mendukung kemerdekaan Palestina.
Maduro diketahui cukup konsisten untuk mendukung Palestina. Misalnya saja pada Juli 2025 lalu, Maduro sempat bertemu dengan delegasi Palestina yang berpartisipasi dalam Festival Puisi Internasional edisi ke-35 yang saat ini berlangsung di ibu kota Caracas.
Melansir situs resmi WAFA NEWS, dalam pertemuan itu, Presiden Maduro menegaskan kembali bahwa isu Palestina merupakan persoalan utama yang harus mendapat perhatian dunia. Ia juga menekankan pentingnya segera menggelar konferensi perdamaian internasional khusus untuk Palestina.
Maduro mengungkapkan bahwa dirinya telah mengirimkan pesan resmi kepada Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia. Dalam pesan tersebut, ia mendesak PBB agar tidak lagi diam dan segera mengambil langkah nyata untuk menghentikan apa yang ia sebut sebagai genosida di Gaza, serta menghentikan kejahatan yang terus terjadi akibat pendudukan Israel.
Presiden Maduro juga memuji Francesca Albanese, Pelapor Khusus PBB untuk situasi HAM di wilayah Palestina, dan menyebutnya sebagai sosok yang berani. Ia menilai laporan-laporan Albanese didukung oleh bukti kuat dan tak terbantahkan terkait kekejaman yang dialami rakyat Palestina.
Tak hanya itu saja, masih di tahun yang sama, presiden Venezuela juga mengusulkan penyelenggaraan “KTT Global untuk Perdamaian dan Anti-Perang” guna mewujudkan perdamaian jangka panjang di Asia Barat. Salah satu fokus utama usulan tersebut adalah pembongkaran persenjataan dan program nuklir Israel yang selama ini tidak pernah diumumkan secara resmi, demikian seperti dilansir dari laman Venezuelanews.
Usulan ini muncul setelah konflik selama 12 hari antara Iran dan Israel, di mana Tel Aviv bersama pemerintahan Donald Trump melancarkan serangan udara ke wilayah Iran, termasuk fasilitas nuklir. Serangan tersebut memicu kekhawatiran serius akan potensi bencana nuklir di kawasan.
