Usai Ditangkap AS, Rekam Jejak Presiden Venezuela yang Aktif Bela Palestina Kembali Disorot
- Getty Image via BBC News
Dalam surat yang ditujukan kepada para pemimpin dunia, Maduro mendorong upaya multilateral untuk mewujudkan gencatan senjata permanen antara Iran dan Israel, sekaligus menuntut denuklirisasi kawasan.
“Kami mengusulkan pembentukan Zona Bebas Senjata Nuklir di Asia Barat, serta mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menerapkan mekanisme perlucutan senjata nuklir di Israel, yang persenjataan rahasianya menjadi ancaman serius bagi stabilitas regional dan global,” demikian bunyi pernyataan tersebut.
Surat itu juga mengecam apa yang disebut sebagai “impunitas berkepanjangan” Israel, termasuk penolakannya untuk membuka akses inspeksi Badan Energi Atom Internasional (IAEA) serta keengganan menandatangani dan mematuhi Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Inisiatif yang dipimpin Venezuela ini juga bertujuan mendorong pengakuan atas hak rakyat Palestina untuk memiliki negara berdaulat dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kota, serta hak para pengungsi Palestina untuk kembali ke tanah mereka.
Dalam pernyataan terpisah yang dirilis pada Selasa, pemerintah Maduro kembali menegaskan perlunya KTT perdamaian global yang digelar di salah satu negara Asia Barat, dengan kepemimpinan kolektif Liga Arab, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), serta BRICS.
“Kami menegaskan bahwa perdamaian abadi di kawasan ini tidak akan terwujud tanpa penyelesaian yang adil atas persoalan Palestina, sesuai dengan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa,” demikian penutup pernyataan tersebut.
Venezuela termasuk negara pertama yang mengecam apa yang disebut sebagai genosida Israel di Gaza serta agresi di kawasan. Presiden Maduro menyebutnya sebagai “perang imperialis” untuk menguasai sumber daya Timur Tengah. Caracas juga mendukung langkah Afrika Selatan membawa tuduhan genosida terhadap Israel ke Mahkamah Internasional.
Pada 19 Juni 2025 lalu, ribuan warga Venezuela menggelar aksi solidaritas untuk Iran dan Palestina, menegaskan kembali aliansi Caracas–Teheran serta sikap bersama menentang hegemoni Amerika Serikat, sebuah garis politik yang telah dibangun sejak era Presiden Hugo Chávez.
Pada akhir 2024 lalu misalnya, Maduro, menyatakan dukungan penuh untuk Palestina dalam pertemuan puncak ke-24 Aliansi Bolivarian untuk Rakyat Amerika-Pakta Perdagangan Rakyat (ALBA-TCP) yang digelar di Venezuela.
