Sejumlah WNI Diculik Bajak Laut di Perairan Gabon

Bendera tengkorak bajak laut melambai tertiup angin (ilustrasi)
Sumber :
  • ANTARA/Shutterstock/pri

Pretoria, VoxPop – Sejumlah warga negara Indonesia (WNI) dan WN China dilaporkan menjadi korban penculikan bajak laut dari sebuah kapal ikan di perairan Gabon, Afrika tengah, menurut laporan media setempat, Senin.

img_title Gempa M 7,1 Guncang Jepang, Kemlu Ungkap Kondisi WNI yang Jadi Korban

"Kapal penangkap ikan berbendera Gabon, IB FISH 7, diserang bajak laut saat menangkap ikan sekitar 7 mil laut tenggara Equata di perairan Gabon," kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon Laksamana Madya Charles Hubert Bekale Meyong, sebagaimana ditayangkan televisi Gabon 24.

Saat membacakan pernyataan Kementerian Pertahanan Gabon, Meyong berkata bahwa dalam serangan tersebut, para pelaku yang terdiri dari tiga pria bersenjata menculik sembilan awak kapal yang terdiri dari 5 WN China dan 4 WNI.

img_title Siapa Founder dan Co-Founder Komunitas Lari WNA di Bali yang Diduga Diskriminasi WNI?

Sementara, enam awak kapal lainnya yang terdiri dari WNI, WN China, dan WN Burkina Faso, bertahan di atas kapal ikan mereka.

Setelah ditemukan, kapal yang dibajak tersebut diamankan dan dikawal personel keamanan hingga pelabuhan di ibu kota, menurut pernyataan pemerintah Gabon.

img_title Kronologi Komunitas Lari WNA di Bali Diduga Tolak WNI Bergabung

"Situasi saat ini sudah terkendali di tingkat pemerintahan tertinggi, dan semua langkah yang diperlukan telah diambil demi memastikan keamanan maritim," kata Kepala Staf Angkatan Laut Gabon.

Sementara itu, kejaksaan setempat dilaporkan telah membuka penyelidikan terkait penculikan bajak laut terhadap sejumlah WNI tersebut. (Ant)

Gempa Jepang menyebabkan tanah seperti bernafas.

Usai Gempa M 7,1 di Jepang, Apakah Wisatawan Masih Aman Berkunjung?

Gempa hebat berskala 7,1 magnitudo menguncang Pulau Kyushu Jepang pada Selasa 28 Juli 2026 sekitar pukul 16.27 waktu setempat. Lantas masih amankah pergi ke Jepang?

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut