AS Perintahkan Warganya Tinggalkan Iran

VoxPop Militer: Bendera Republik Islam Iran
Sumber :
  • Edarabia

Washington, VoxPop – Kedutaan Besar AS virtual untuk Iran memperingatkan warga Amerika pada Senin untuk segera meninggalkan negara itu menyusul kerusuhan yang terus meningkat.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

"Tinggalkan Iran sekarang," kata kedutaan dalam peringatan keamanan, mendesak warga negaranya untuk merencanakan keberangkatan dari Iran tanpa bantuan dari pemerintah AS.

"Jika Anda tidak dapat pergi, carilah lokasi yang aman di dalam tempat tinggal Anda atau bangunan aman lainnya," tambah pernyataan itu.

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Peringatan tersebut mendesak warga AS di Iran untuk mengantisipasi pemadaman internet yang berkelanjutan, merencanakan cara komunikasi alternatif, dan, "jika aman dapat mempertimbangkan untuk meninggalkan Iran melalui jalur darat ke Armenia atau Turki."

Sementara itu bagi, warga negara ganda AS-Iran harus meninggalkan Iran dengan paspor Iran, kata kedutaan, menambahkan bahwa pemerintah Iran tidak mengakui kewarganegaraan ganda dan akan memperlakukan warga negara ganda hanya sebagai warga negara Iran.

img_title Stok Rudal AS Dilaporkan Berkurang

"Menunjukkan paspor AS atau hubungan dengan Amerika Serikat dapat menjadi alasan yang cukup bagi otoritas Iran untuk menahan seseorang," katanya.

Menanggapi demonstrasi anti pemerintah yang semakin meningkat di Iran, pada Senin, Presiden AS Donald Trump mengumumkan penerapan tarif 25 persen bagi "semua" negara yang berbisnis dengan Iran.

Selain itu, Trump berulang kali mengancam akan menyerang Iran jika pihak berwenang di sana menggunakan kekuatan mematikan untuk menekan protes, namun ia juga menyatakan kesediaan untuk menjajaki kemungkinan diplomasi dengan Teheran.

Sejumlah laporan menunjukkan bahwa pada Senin, Trump mendapat pengarahan tentang beberapa opsi tindakan melawan Iran selain serangan udara militer konvensional.

CBS News melaporkan bahwa beragam instrumen militer dan operasi rahasia tersebut dapat mencakup opsi operasi siber serta kampanye psikologis untuk mengganggu struktur komando Iran, sistem komunikasi, dan media yang dikelola negara.

Mengutip dua pejabat Pentagon, stasiun televisi tersebut mengatakan operasi siber dan psikologis dapat dikerahkan secara terpisah atau bersamaan, meskipun keputusan akhir belum dibuat.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tim keamanan nasional Trump diperkirakan akan membahas opsi Iran terbaru di Gedung Putih pada Selasa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut