Perang Dunia III Diramalkan Akan Pecah di Tahun 2026, Ini Buktinya?

ILUSTRASI PERANG DUNIA.
Sumber :
  • Youtube

Amerika Serikat, VoxPop – Peramal asal Bulgaria, mendiang Baba Vanga, kembali menjadi sorotan di media sosial. Hal ini dipicu oleh ramalan lamanya yang menyebut kemungkinan pecahnya Perang Dunia III pada tahun 2026.

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Baba Vanga dikenal luas karena sejumlah ramalannya tentang peristiwa besar dunia, mulai dari serangan 11 September hingga pandemi COVID-19. Namun, ramalan tentang potensi Perang Dunia III kali ini dianggap paling mengkhawatirkan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.

Belakangan, situasi di Amerika Latin, Iran, dan Eropa terus memanas dan memicu kekhawatiran akan terjadinya konflik berskala global. Berbagai unggahan di media sosial pun mulai berspekulasi bahwa rangkaian peristiwa tersebut bisa menjadi tanda awal pecahnya Perang Dunia III.

img_title Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Melansir laman The Economic Times, Selasa, 13 Januari 2026, terdapat sejumlah alasan yang membuat wacana Perang Dunia III kembali ramai diperbincangkan.

AS Serang Venezuela, Tangkap Maduro

img_title AS Akan Berlakukan Deposit Visa hingga Rp360 Juta Bagi Warga 50 Negara, Indonesia Termasuk?

Pada 3 Januari 2026, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa militer AS telah melancarkan serangan ke berbagai wilayah di Venezuela yang berujung pada penangkapan Presiden Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores. Trump menyatakan akan mengelola negara tersebut hingga terjadi transisi kekuasaan yang ia sebut layak. Ia juga menjanjikan perusahaan-perusahaan minyak AS akan masuk ke Venezuela dan memperingatkan bahwa AS siap melancarkan serangan kedua jika diperlukan.

Alasan utama lengsernya Maduro disebut-sebut berkaitan dengan minyak dan petrodolar. Seperti diketahui, Venezuela memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, yakni sekitar 303 miliar barel.

Trump Ancam Aneksasi Kolombia dan Greenland

Setelah serangan ke Venezuela, Donald Trump mengisyaratkan bahwa AS bisa mengambil tindakan terhadap negara lain. Ia mengancam Kolombia dan presidennya, menyebut Kuba sebagai negara yang ’tinggal menunggu runtuh’, serta kembali menegaskan keinginannya untuk menguasai Greenland.

Di atas pesawat Air Force One, Trump mengatakan kepada wartawan bahwa Kolombia dipimpin oleh orang sakit yang suka membuat dan menjual kokain ke Amerika Serikat  Ia merujuk pada Presiden Kolombia Gustavo Petro, yang selama ini kerap mengkritik Trump.

“Dia tidak akan melakukan itu lama-lama. Dia punya pabrik dan penggilingan kokain,” kata Trump.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut