Iran Siaga Perang, Pemerintah Bersiap Hadapi Potensi Serangan Militer AS

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi
Sumber :
  • AP Photo

Iran, VoxPop – Otoritas Iran telah memberi sinyal untuk menjaga wilayahnya di tengah ancaman serangan militer Amerika Serikat. Dalam menjalankan misi itu, hari ini Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi dijadwalkan akan menggelar pertemuan tingkat tinggi di Turki.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Berdasarkan keterangan juru bicara Kementerian Luar Negeri, Iran, Esmaeil Baghaei Teheran ingin terus memperkuat hubungan dengan negara-negara tetangga berdasarkan kepentingan bersama.

Kunjungan ini berlangsung di tengah intensnya pertemuan para pemimpin kawasan, yang berharap bisa membujuk Amerika Serikat agar tidak melancarkan serangan, sekaligus mendorong kedua pihak menemukan titik kompromi. Namun, di sisi lain, armada militer AS dikethaui terus mengambil posisi di dekat perairan Iran, dipimpin oleh kapal induk USS Abraham Lincoln.

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Di dalam negeri, para pejabat politik, militer, dan kehakiman Iran terus mengirimkan pesan perlawanan, menegaskan bahwa fokus Iran saat ini adalah pertahanan, bukan perundingan.

“Prioritas Teheran sekarang bukan bernegosiasi dengan Amerika Serikat, melainkan bersiaga 200 persen untuk membela negara kami,” kata anggota senior tim perunding Iran, Kazem Gharibabadi seperti dikutip media pemerintah pada Rabu.

img_title Stok Rudal AS Dilaporkan Berkurang

Gharibabadi menyebutkan bahwa belakangan ini pesan-pesan telah disampaikan kepada AS melalui perantara. Namun, ia menegaskan bahwa sekalipun kondisi memungkinkan untuk berunding, Iran tetap akan sepenuhnya siap membela diri. Ia mengingatkan bahwa Iran sebelumnya diserang oleh Israel, lalu oleh AS pada Juni lalu, tepat saat perundingan hendak dimulai.

Militer Disiagakan

Dalam beberapa hari terakhir, Iran menonjolkan kekuatan militernya, menyusul serangkaian latihan militer yang digelar sejak perang 12 hari pada Juni lalu, ketika sejumlah pejabat militer senior tewas dan fasilitas nuklir diserang.

Kamis lalu, militer Iran mengumumkan bahwa 1.000 drone “strategis” baru telah bergabung dengan angkatan bersenjata. Drone-drone tersebut mencakup drone bunuh diri satu arah, serta pesawat tanpa awak untuk tempur, pengintaian, dan perang siber yang mampu menyerang target tetap maupun bergerak di darat, laut, dan udara.

“Seiring dengan besarnya ancaman yang kami hadapi, agenda angkatan darat mencakup upaya menjaga dan meningkatkan keunggulan strategis untuk pertempuran cepat serta respons tegas terhadap setiap agresi,” ujar Panglima Angkatan Darat Iran, Amir Hamati, dalam pernyataan singkat.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut