Kremlin: Dokumen Epstein Ungkap "Wajah Asli" Elit Barat

VoxPop Militer: Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov
Sumber :
  • Reuters

VoxPop – Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menyebut berkas-berkas dokumen yang dipublikasikan dalam kasus mendiang taipan keuangan Jeffrey Epstein sebagai cerminan "wajah asli" elit Barat.

img_title Pendiri Telegram Terancam Penjara Seumur Hidup di Rusia, Ini Penyebabnya

Dalam pernyataannya Minggu, 9 Februari 2026, Lavrov menilai dokumen tersebut memperlihatkan praktik yang menurutnya melampaui nalar manusia serta menunjukkan kemerosotan moral di kalangan elit negara-negara Barat. Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan politik antara Rusia dan negara-negara Barat serta perdebatan global mengenai transparansi dan akuntabilitas kekuasaan.

Berbicara kepada stasiun televisi Rusia NTV, Lavrov menyebut isu dokumen Epstein sebagai bukti keberadaan apa yang ia sebut "Barat kolektif" dan jaringan kekuasaan tersembunyi yang, menurutnya, berupaya mengendalikan negara-negara Barat dan mempengaruhi tatanan dunia.

img_title Zelensky: Gencatan Senjata Lebih Baik Daripada Perang 10 sampai 20 Tahun

"Topik ini adalah tentang mengungkap wajah sebenarnya dari apa yang disebut Barat kolektif, yang mencoba memerintah seluruh dunia," kata Lavrov.

Ia juga menggunakan istilah "deep state", atau yang menurutnya lebih tepat disebut "deep union", untuk menggambarkan struktur kekuasaan tersebut. Dalam pandangannya, sejumlah hal yang terungkap dalam dokumen Epstein berada di luar logika manusia dan ia menyebutnya sebagai bentuk "satanisme murni".

img_title KPK Ungkap Duit Rp12,4 Miliar Diduga Mengalir ke Bupati Lombok Barat, Begini Modusnya

Kasus Epstein sendiri menjadi sorotan global sejak 2019 ketika ia didakwa di pengadilan Amerika Serikat atas tuduhan perdagangan seks anak di bawah umur serta konspirasi untuk melakukan kejahatan tersebut. Ia menghadapi ancaman hukuman penjara lebih dari 40 tahun.

Menurut jaksa, sejak 2002 hingga 2005 Epstein diduga melakukan hubungan seksual dengan puluhan gadis di bawah umur di kediamannya di New York dan Florida. Para korban disebut menerima pembayaran tunai, dan sebagian di antaranya diminta merekrut gadis lain, termasuk yang berusia sekitar 14 tahun.

Presiden RI Prabowo Subianto

Prediksi Prabowo: Perang Rusia-Ukraina Lebih Lama dari Perang Dunia II

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia kini berada dalam fase yang semakin rawan akibat konflik bersenjata yang terus meluas di berbagai kawasan

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut