Prancis dan Sekutu Eropa Siapkan Misi Militer Buka Paksa Selat Hormuz yang Diblokir Iran

VoxPop Militer: Presiden Prancis, Emmanuel Macron
Sumber :
  • Getty Images/Ludovic Marin

VoxPop Prancis dan sekutunya sedang mempersiapkan misi "pertahanan" untuk membuka kembali Selat Hormuz yang sangat penting dan strategis, kata Presiden Emmanuel Macron pada hari Senin ketika perang di Iran memasuki minggu kedua.

img_title Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Pemimpin Prancis itu mendarat dengan helikopter di kapal induk Charles de Gaulle, yang dikirim ke Mediterania setelah serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari memicu perang yang telah memicu kekacauan di Timur Tengah dan mengancam akan meluas ke wilayah lain.

Macron mengatakan selama kunjungan ke Siprus, mengatakan bahwa misi Hormuz akan bertujuan untuk mengawal kapal kontainer dan tanker untuk secara bertahap membuka kembali selat tersebut "setelah berakhirnya fase terpanas konflik."

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

"Ini penting untuk perdagangan internasional, tetapi juga untuk aliran gas dan minyak, yang harus dapat meninggalkan wilayah ini sekali lagi," kata Macron selama kunjungan ke pulau itu untuk membahas keamanan regional dilansir Times of Israel, Selasa.

Berbicara bersama Presiden Siprus Nikos Christodoulides dan Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis, Macron mengatakan bahwa "misi yang murni defensif, murni dukungan" akan dibentuk oleh negara-negara Eropa dan non-Eropa.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Uni Eropa pada hari Senin mengatakan siap untuk "meningkatkan" operasinya untuk melindungi lalu lintas maritim di Timur Tengah. Uni Eropa telah membahas penguatan misi angkatan lautnya di Laut Merah setelah serangan AS-Israel terhadap Iran memicu perang regional yang lebih luas.

Lalu lintas maritim di Selat Hormuz, jalur air utama Teluk yang dilalui seperlima minyak mentah global, hampir terhenti sejak perang pecah pada 28 Februari. Iran menjaga ketat Selat Hormuz, sekaligus mengatur siapa yang diberi izin melintas dan mana yang tidak.

Iran mengancam akan menghancurkan kapal-kapal AS dan Israel maupun sekutunya yang melintasi selat tersebut. 

Macron mengunjungi Siprus setelah negara kepulauan dan anggota Uni Eropa itu menjadi sasaran drone buatan Iran pada awal Maret. Pemimpin Prancis itu mengatakan bahwa serangan terhadap Siprus adalah serangan terhadap seluruh Eropa.

"Ketika Siprus diserang, Eropa-lah yang diserang," katanya.

"Kami tidak akan menerima sebidang kecil pun wilayah Eropa, seperti Siprus, terpapar bahaya,"ambah Mitsotakis.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut