Ali Khamenei Disebut Was Was Jika Putranya Mojtaba Khamenei Ambil Alih Jabatannya

Mojtaba Hosseini Khamenei
Sumber :
  • NDTV

Amerika Serikat, VoxPop –Intelijen Amerika Serikat telah menyampaikan kepada Presiden Trump dan lingkaran kecil di sekitarnya bahwa mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, memiliki keraguan terkait penggantinya, yaitu putranya sendiri.

img_title Putra Mahkota Arab Saudi Khawatir soal Rencana Serangan AS ke Iran

Analisis intelijen menunjukkan bahwa Khamenei senior merasa was-was jika putranya, Ayatollah Mojtaba Khamenei, mengambil alih kekuasaan karena ia dianggap kurang cerdas dan tidak layak menjadi pemimpin, menurut para sumber. Informasi yang dikumpulkan juga menunjukkan bahwa sang ayah mengetahui bahwa putranya memiliki masalah dalam kehidupan pribadinya, kata sumber-sumber dari pemerintahan, komunitas intelijen, dan orang-orang dekat presiden.

Mojtaba Khamenei, dipilih menjadi Pemimpin Tertinggi Iran pada akhir pekan lalu oleh Dewan Ulama Iran, setelah bertahun-tahun menjadi ajudan dekat ayahnya. Sekitar delapan hari sebelumnya, Ali Khamenei tewas akibat serangan rudal Israel yang menandai awal perang AS dan Israel dengan Iran.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Dalam percakapan pribadi, Trump mengatakan kepada orang-orang dekatnya bahwa ia merasa informasi tentang Mojtaba Khamenei tidak terlalu penting. Ia menilai Iran pada saat ini pada dasarnya tanpa pemimpin, dan Khamenei muda mungkin sudah meninggal. Gedung Putih menilai bahwa saat ini Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) yang memegang kendali, sebuah perubahan besar dibandingkan kediktatoran teokratis yang telah ada sejak revolusi 1979.

Juru bicara CIA, Gedung Putih, dan Wakil Presiden menolak memberikan komentar.

img_title AS Kembali Serang Iran

Pada Jumat lalu, Trump secara publik menyinggung kurangnya kepercayaan Ali Khamenei terhadap putranya.

“Pemimpin mereka sudah pergi. Kepemimpinan kedua mereka sudah pergi. Sekarang kepemimpinan ketiga mereka dalam masalah, dan ini bukan orang yang diinginkan sang ayah,” ujar Trump kepada Fox News dalam sebuah wawancara.

Trump menyebut pemimpin baru Iran itu sebagai sosok ‘ringan’, yang mana dianggap kurang berpengalaman, lemah secara politik, dan tidak cukup kuat untuk memimpin negara sebesar Iran. Ia juga menambahkan bahwa pemimpin itu akan menjadi sosok ‘tidak bisa diterima’ bagi AS, sekaligus memberi sinyal bahwa Amerika Serikat ingin terlibat dalam pengawasan pemimpin berikutnya di Iran.

Sebelumnya oemerintah federal pada Jumat menawarkan hadiah hingga 10 juta dolar atau setara Rp 150 miliar untuk mereka yang bisa memberikan informasi tentang lokasi Mojtaba Khamenei dan sembilan pejabat penting Iran lainnya.

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah Teheran dan negara di Timur Tengah meminta waktu selesaikan kesepakatan damai.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut