Harga Naik Akibat Perang Lawan Iran, Warga AS Mulai Kurangi Makan

Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran
Sumber :
  • ANTARA/Anadolu/py

Washington, VoxPop – Warga Amerika mulai mengurangi makan karena kenaikan harga yang dipicu operasi militer AS terhadap Iran, kata Pemimpin Minoritas Demokrat Senat AS Chuck Schumer.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

"Warga Amerika sudah melewatkan makan akibat perang sembrono di Iran yang sengaja dipilih oleh (Presiden AS Donald) Trump, dan ini hanya contoh lain bagaimana kekacauan yang ia ciptakan membuat mereka kian kesulitan membeli makanan," tulis Schumer di platform X.

Schumer menyampaikan hal itu untuk menanggapi laporan media bahwa warga AS kini mengurangi belanja makanan untuk menutupi biaya bahan bakar yang melonjak tajam setelah Selat Hormuz diblokade oleh Iran.

img_title Tak Main-main, Iran Anggap Semua Jenis Ancaman Musuh Nyata dan Bakal Direspon Serius

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap target di Iran, termasuk di Teheran, yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.

Iran lalu membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

img_title Bukan Sekadar Rutinitas, Berdoa Sebelum dan Sesudah Makan Sebagai Wujud Syukur dan Sumber Keberkahan

Eskalasi itu menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.

Gangguan itu juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan serta mendorong kenaikan harga. (Ant)

Ilustrasi minyak mentah.

Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Harga minyak turun lebih dari 5 persen setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan perundingan damai dengan Iran akan dilanjutkan dan keputusannya membatalkan serangan.

img_title
VoxPop.co.id
3 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut