Tak Mau Disalahkan, Trump Tuding Iran Dalang Lonjakan Harga Minyak Dunia

Presiden AS Donald Trump di World Economy Forum Davos 2026
Sumber :
  • ABC

VoxPop –Penutupan Selat Hormuz oleh Iran sejak 28 Februari memicu lonjakan harga minyak dunia. Ketegangan yang meningkat membuat banyak kapal tanker menghindari jalur tersebut, sehingga biaya pengiriman ikut naik. Dampaknya, pasokan energi global terganggu dan memicu tekanan inflasi, termasuk risiko kenaikan harga BBM.

img_title Trump Ancam Serang Iran Besar-besaran Jika Perundingan Gagal

Langkah Iran menutup Selat Hormuz disebut sebagai respons atas serangan gabungan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Di tengah lonjakan harga minyak ini, Presiden Donald Trump menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kenaikan tersebut.

img_title IHSG Dibuka Menguat Berpotensi Lanjutkan Kenaikan Ikuti Penguatan Wall Street dan Bursa Asia

“Kenaikan jangka pendek ini sepenuhnya disebabkan oleh rezim Iran yang melancarkan serangan teror tidak masuk akal terhadap kapal tanker minyak komersial di negara-negara tetangga yang sebenarnya tidak ada kaitannya dengan konflik. Ini sekali lagi membuktikan bahwa Iran tidak pernah bisa dipercaya memiliki senjata nuklir,” kata Trump dalam press briefieng terbaru di Gedung Putih Rabu waktu setempat seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Kamis 2 April 2026.

Trump mengakui bahwa warga Amerika saat ini harus membayar lebih mahal untuk membeli bensin, tetapi ia menegaskan bahwa dampak ekonomi tersebut hanya bersifat sementara.

img_title Presiden Iran Masoud Pezeshkian Bantah Mengundurkan Diri

“Banyak warga Amerika khawatir melihat kenaikan harga bensin belakangan ini di dalam negeri,” ujarnya.

Sebagai informasi, rata-rata harga bensin pekan ini melampaui 4 dolar AS per galon (3,8 liter), yang merupakan level tertinggi sejak 2022.

Bahkan siang ini, harga minyak mentah dunia kembali naik lebih dari 4 USD setelah Trump menyatakan Washington akan terus menyerang Iran selama beberapa pekan ke depan.

Berdasarkan laporan Reuters, minyak mentah berjangka Brent naik US$4,88 atau 4,8 persen menjadi US$106,04 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$4,17 atau 4,2 persen menjadi US$104,29 per barel. Padahal, sebelum pernyataan Trump yang akan terus menyerang Iran, harga minyak dunia berdasarkan dua tolok ukur tersebut tersebut sempat turun lebih dari US$1 per barel.

Untuk diketahui, meski Amerika Serikat sebagai salah satu produsen energi besar relatif mandiri dalam hal pasokan minyak, gangguan distribusi tetap berdampak pada harga di seluruh dunia dan mendorong lonjakan harga secara global.

Namun, pada Rabu, Trump berpendapat bahwa negara-negara yang bergantung pada minyak dari kawasan Teluk seharusnya mengambil peran utama dalam menyelesaikan krisis di Selat Hormuz, meskipun AS melancarkan perang tersebut secara sepihak bersama Israel.

“Coba tunjukkan sedikit keberanian yang selama ini tertunda,” katanya dalam pesannya kepada negara-negara pengimpor minyak dari Teluk. Mereka seharusnya sudah melakukannya sejak dulu, seharusnya melakukannya bersama kami seperti yang kami minta. Datangi selat itu dan ambil alih, lindungi,” kata dia.

Rudal pencegat HAWK.

AS Mulai Kehabisan Rudal Pencegat, Jadi Alasan Trump Batal Serang Iran?

juru bicara Pentagon Sean Parnell mengatakan militer AS tetap memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melaksanakan setiap operasi sesuai keputusan presiden.

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut