Batas Waktu Habis, Trump Ancam Binasakan Iran dalam Waktu Sekejap

Donald Trump Gelar Press Conference Senin 6 April didampingi Pete Hegseth
Sumber :
  • Evan Vucci/Reuters

VoxPop –Senin waktu setempat, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump kembali menegaskan ancamannya untuk melancarkan serangan besar-besaran terhadap infrastruktur penting Iran jika Teheran tidak segera mencapai kesepakatan damai yang menurutnya harus mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz.

img_title Bukan Iran, Trump Tegaskan Cuma AS yang Pungut Biaya di Selat Hormuz

“Seluruh negara itu bisa dilumpuhkan dalam satu malam, dan malam itu bisa saja besok malam,” kata Trump dalam konferensi pers di ruang briefing Gedung Putih dikutip dari laman ABC News, Selasa 7 April 2026.

Trump menetapkan batas waktu terbaru bagi Iran untuk menyetujui tuntutannya hingga Selasa pukul 20.00 waktu setempat atau sekitar pukul 08.00 WIB. Jika tidak, Iran akan menghadapi serangan besar.

img_title IHSG Dibuka Menghijau saat Wall Street Melonjak Tajam dan Bursa Asia Anjlok

“Setelah itu, mereka tidak akan punya jembatan lagi. Mereka tidak akan punya pembangkit listrik. Kembali ke zaman batu,” ujar Trump.

Ia juga mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah menyiapkan rencana serangan cepat selama empat jam.

img_title Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

“Kami punya rencana, dengan kekuatan militer kami, di mana semua jembatan di Iran akan dihancurkan sebelum tengah malam besok. Semua pembangkit listrik akan lumpuh terbakar, meledak, dan tidak bisa digunakan lagi. Penghancuran total dalam waktu empat jam, kalau kami menginginkannya,” kata Trump kepada wartawan.

“Namun kami tidak ingin itu terjadi,” tambahnya.

Sebelumnya, Trump sempat beberapa kali mengundur tenggat waktu bagi Iran untuk memenuhi tuntutannya.

Koresponden Gedung Putih ABC News, Mary Bruce, sempat menanyakan apakah serangan terhadap infrastruktur energi Iran tidak justru akan menghukum rakyat sipil. Trump punya jawaban sendiri.

“Bukankah itu berarti rakyat Iran yang akan menanggung akibatnya?” tanya Bruce.

“Mereka akan bersedia menderita demi mendapatkan kebebasan,” jawab Trump.

Trump juga mengklaim bahwa pihaknya menerima banyak pesan yang meminta serangan terus dilanjutkan.

“Kami menerima banyak intersepsi pesan yang berbunyi, ‘Tolong lanjutkan pengeboman,’” katanya.

Namun, para ahli memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur sipil dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang dan melanggar hukum internasional, klaim yang juga disampaikan Iran.

Menanggapi hal ini pekan lalu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan bahwa pemerintah AS dan militernya akan tetap bertindak sesuai hukum.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut