Mojtaba Khamenei Kutuk Pembunuhan Kepala Intelijen IRGC, Sebut AS-Israel Teroris

Kepala intelijen Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Mayor Jenderal Majid Khademi
Sumber :
  • Al Arabiya

VoxPop – Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya seorang jenderal senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan menyatakan bahwa "pembunuhan" dan "kejahatan" terhadap kepemimpinan Iran tidak akan menghentikan jalannya negara tersebut.

img_title Intelijen AS Sebut China 'Miliki' Data 220 Juta Pemilih Pemilu

Dalam sebuah pernyataan tertulis, Khamenei memberikan penghormatan kepada Kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC Majid Khademi atas dedikasinya selama puluhan tahun dalam "berbagai upaya senyap di bidang keamanan, intelijen, dan pertahanan" Iran.

Dia juga menuduh Israel dan Amerika Serikat (AS) beralih ke "terorisme dan pembunuhan" setelah mengalami "kekalahan beruntun." Khademi tewas di Teheran pada Senin, 6 April 2026 akibat sebuah serangan udara yang diklaim Israel.

img_title Korban Tewas Gempa M 7,1 Jepang Jadi 17 Orang

Khamenei menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan rekan-rekan sejawat Khademi serta para komandan lainnya di lingkungan Organisasi Intelijen IRGC.

Khademi ditunjuk sebagai kepala organisasi intelijen pada Juni 2025 lalu, setelah perang selama 12 hari antara Iran dan Israel yang menewaskan Mohammad Kazemi, mantan kepala organisasi sebelumnya.

img_title AS Kembali Serang Iran

Sebelum penunjukannya, Khademi menjabat sebagai kepala Organisasi Perlindungan Intelijen IRGC.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan beberapa kota Iran lainnya, yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, beserta sejumlah komandan militer senior dan warga sipil.

Iran merespons dengan melancarkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset-aset AS di Timur Tengah.

Rudal Iran

Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Kepala Ekonom Permata Bank, Josua Pardede menyatakan, pergerakan rupiah memperoleh sentimen dari serangan militer AS terhadap Iran, yang menyebabkan kenaikan harga minyak

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut