Israel Disebut Kecewa Lantaran Tak Dilibatkan dalam Perundingan Gencatan Senjata AS-Iran

PM Israel, Benjamin Netanyahu dan Presiden AS, Donald Trump
Sumber :
  • AFP

VoxPop Iran dan Amerika Serikat sepakat untuk gencatan senjata selama dua pekan terhitung dari Rabu 8 April 2026. Menyusul kesepakatan tersebut, Israel yang menjadi mitra AS sejak serangan perdana pada 28 Februari lalu merilis pernyataan resmi mereka.

img_title Iran Siapkan RUU Larang Kapal AS dan Israel Melintas di Selat Hormuz

Dalam keterangan resmi yang dirilis Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu menyatakan dukungannya terhadap keputusan Amerika Serikat dan mengklaim bahwa Iran tidak lagi menimbulkan ancaman nuklir, rudal, maupun teror bagi Amerika, Israel, negara-negara Arab tetangganya, dan dunia.

Pernyataan yang dirilis Netanyahu ini pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid menyebut gencatan senjata ini sebagai salah satu bencana politik terbesar dalam sejarah. Ia menyoroti bahwa Israel bahkan tidak dilibatkan dalam proses negosiasi.

img_title IHSG Dibuka Menghijau saat Bursa Asia Bergerak Variatif sementara Wall Street Melemah

Menurutnya, meskipun ada keberhasilan militer, perdana menteri telah gagal secara politik, gagal secara strategis, dan tidak mencapai satu pun target yang ia tetapkan sendiri. Ia juga menambahkan bahwa butuh waktu bertahun-tahun untuk memperbaiki kerusakan akibat kesombongan tersebut.

Tak hanya Yair Lapid, kritikan terhadap statement Netanyahu terus bermunculan. Sebut saja Ofer Cassif dari partai kiri Hadash yang menyindir bahwa ia tidak heran pengumuman itu disampaikan dalam bahasa Inggris. Menurutnya, Netanyahu tidak tertarik berbicara langsung kepada rakyat Israel.

img_title Presiden Iran Akui Sulit Komunikasi dengan Mojtaba Khamenei, Spekulasi Keretakan Elite Mencuat

“Ia jarang melakukannya, bahkan hampir tidak pernah tampil di televisi atau radio,” kata dia dikutip dari laman Al Jazeerah, Kamis 9 April 2026.

Cassif juga menyinggung bahwa Netanyahu baru menjelaskan tujuan perang kepada publik Israel dua minggu setelah konflik dimulai melalui pidato televisi.

Menurut Cassif, Netanyahu sadar bahwa para pendukungnya akan tetap mendukung, dan para penentangnya akan tetap menolak. Oleh karena itu, setiap kali berbicara, ia lebih menyasar media internasional dan basis pendukungnya.

Tujuan perang Netanyahu yakni mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir dan menciptakan kondisi agar rakyat Iran bisa menggulingkan rezim yang dianggap tirani sebenarnya bukan hal baru. Netanyahu sudah sejak 1990-an menyatakan bahwa Iran hampir memiliki kemampuan nuklir. Namun, meski ada sejumlah keberhasilan militer dalam 40 hari serangan terakhir, kedua tujuan tersebut belum tercapai.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut