Negosiasi AS-Iran Buntu, Vance Klaim Kegagalan Kesepakatan Lebih Merugikan Teheran

Wakil Presiden AS JD Vance terbang ke Pakistan gelar pembicaraan dengan Iran
Sumber :
  • Ist

Jakarta, VoxPop – Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), J.D. Vance mengatakan, kegagalan mencapai kesepakatan antara AS dan Iran dinilai lebih merugikan Teheran dibandingkan Washington.

img_title Putra Mahkota Arab Saudi Khawatir soal Rencana Serangan AS ke Iran

“Kabar buruknya adalah kami belum mencapai kesepakatan. Dan saya pikir ini merupakan kabar yang jauh lebih buruk bagi Iran dibandingkan bagi Amerika Serikat,” kata Vance kepada wartawan usai perundingan.

Delegasi perunding Iran yang dipimpin oleh Ketua Parlemen Mohammad Baqer Qalibaf (kiri)

Photo :
  • presstv.ir
img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

Vance yang merupakan Ketua Delegasi AS dalam pembicaraan dengan Iran di Islamabad, Pakistan, juga mengklaim bahwa AS telah menunjukkan fleksibilitas yang cukup selama proses negosiasi dengan Iran.

Dia menegaskan bahwa Washington telah dengan jelas menyampaikan garis merah serta ruang kompromi dalam perundingan tersebut.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Menurut Vance, Iran memutuskan untuk tidak menerima persyaratan yang diajukan oleh AS. “Mereka telah memilih untuk tidak menerima syarat kami,” ujarnya.

Dia menambahkan bahwa AS tetap berharap Iran berkomitmen untuk tidak mengembangkan senjata nuklir dalam jangka panjang.

“Pertanyaannya sederhana, apakah kita melihat komitmen mendasar dari Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir, bukan hanya sekarang atau dua tahun ke depan, tetapi untuk jangka panjang? Kami belum melihatnya. Kami berharap akan melihatnya,” kata Vance.

Dia juga menegaskan bahwa tawaran yang diajukan AS dalam perundingan terbaru merupakan tawaran final dan terbaik.

“Kami meninggalkan tempat ini dengan usulan yang sangat sederhana, sebuah metode pemahaman yang merupakan tawaran final dan terbaik kami,” ujarnya.

Vance kembali menekankan bahwa posisi AS telah disampaikan secara jelas dalam negosiasi tersebut.

“Kami telah menjelaskan dengan sangat jelas apa saja garis merah kami, hal-hal yang dapat kami akomodasi dan yang tidak dapat kami akomodasi, dan kami telah menyampaikannya sejelas mungkin, namun mereka memilih untuk tidak menerima syarat kami,” ujarnya. (Ant).

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih

Trump Batalkan Rencana Serangan ke Iran

Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran setelah Teheran dan negara di Timur Tengah meminta waktu selesaikan kesepakatan damai.

img_title
VoxPop.co.id
2 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut