Niat Cari Dukungan, Trump Malah Hadapi Penolakan dari Raja-Ratu Belanda

Donald Trump dan Melania Jamu Makan Malam Raja-Ratu Belanda
Sumber :
  • Reuters

VoxPop –Presiden Amerika Serikat Donald Trump diketahui menjamu Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima dari Belanda di Gedung Putih dalam sebuah jamuan makan malam. Dalam pertemuan tersebut, Trump sempat membahas ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

img_title Harga Minyak Dunia Turun usai AS Lanjutkan Perundingan Damai dengan Iran

Dalam pembicaraan itu, Trump menyampaikan pandangannya bahwa satu-satunya cara untuk segera mengakhiri perang dengan Iran adalah dengan meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Teheran. Mengutip laporan The Wall Street Journal, Trump mengatakan kepada Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima bahwa tekanan yang lebih besar diperlukan untuk membawa Iran kembali ke meja perundingan, setelah putaran pertama negosiasi di Islamabad berakhir tanpa hasil.

Namun, pemerintah Belanda disebut tidak bersedia mendukung langkah Trump dalam konflik tersebut. Belanda bahkan menyebut blokade AS terhadap pelabuhan Iran sebagai langkah yang mengkhawatirkan dan merupakan eskalasi demi eskalasi.

img_title Iran Bantah Berunding dengan AS soal Selat Hormuz

Perdana Menteri Belanda Rob Jetten, yang turut mendampingi raja dan ratu Belanda dilaporkan mengatakan kepada Trump bahwa sekutu-sekutu Eropa Amerika Serikat sedang menyiapkan rencana untuk membentuk koalisi besar guna mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz, namun baru akan dilakukan setelah perang berakhir.

“Kami sepakat untuk tidak sepakat,” ujar Jetten kepada wartawan setelah pertemuan itu dikutip dari laman NDTV, Kamis 16 April 2026.

img_title Penembakan di Restoran AS, Sejumlah Orang Dilaporkan Tewas

Ia juga mengatakan bahwa jamuan makan malam tersebut terlalu singkat untuk saling meyakinkan, tetapi cukup untuk memahami posisi masing-masing.

Trump Dinilai Bertindak Sendirian dalam Perang

Pertemuan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa Trump tampak berjalan sendiri dalam kebijakannya terkait perang dengan Iran, meski ia berulang kali menyatakan kemenangan dan menyebut konflik itu hampir selesai.

Saat mengumumkan blokade pelabuhan Iran, Trump sempat mengatakan akan merilis daftar negara-negara lain yang ikut terlibat. Namun hingga kini, tidak ada sekutu yang benar-benar bergabung, bahkan sebagian menolak secara terbuka.

Meski begitu, juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt kemudian menyatakan, blokade ini berjalan dengan sempurna tanpa bantuan negara lain karena Amerika Serikat memiliki angkatan laut terkuat di dunia, sementara angkatan laut Iran sudah berada di dasar laut.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut