Iran Tuding Pentagon Berbohong soal Kerugian Perang: AS Rugi Empat Kali Lipat dari Klaim Resmi
- ANTARA/Anadolu
Pengeluaran jangka panjang mencakup rekonstruksi fasilitas yang rusak, pengisian kembali persediaan militer, pembangunan kembali pangkalan di Teluk Persia, dan potensi tunjangan cacat seumur hidup bagi sekitar 55.000 pasukan yang ditempatkan dan terpapar serangan balasan Iran.
Sementara itu, pelacak daring yang memantau biaya perang bagi wajib pajak Amerika menunjukkan angka tersebut telah mencapai $67 miliar (Rp1.161,378 triliun).
Agresi kriminal AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari dengan serangan udara yang membunuh pejabat dan komandan senior Iran dan menargetkan infrastruktur negara, termasuk fasilitas ekonomi. Menurut data terbaru, lebih dari 3.300 warga Iran telah kehilangan nyawa dalam agresi tersebut.
Angkatan bersenjata Iran merespons dengan operasi rudal dan drone harian yang menargetkan lokasi di wilayah pendudukan Israel dan pangkalan militer AS di seluruh wilayah tersebut. Iran juga menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal milik AS dan sekutunya yang berpartisipasi atau mendukung agresi tersebut, yang memicu lonjakan harga minyak yang signifikan.
Gencatan senjata sementara yang dimediasi Pakistan mulai berlaku pada 8 April, empat puluh hari setelah perang dimulai. Negosiasi di Islamabad kemudian terhenti di tengah tuntutan berlebihan dan posisi yang tidak masuk akal dari Washington.
Teheran mengatakan blokade ilegal AS terhadap pelabuhan Iran harus dicabut sebelum tahap selanjutnya dari pembicaraan untuk mengakhiri perang dimulai. Iran juga menegaskan bahwa mereka tidak berniat membuka kembali Selat Hormuz selama blokade tersebut masih berlaku.
Sementara itu, blokade AS terhadap pelabuhan Iran gagal mencapai tujuan yang dinyatakan, yaitu memutus pendapatan minyak Iran.
