Iran Ultimatum AS Tak Mau Bahas soal Nuklir Sebelum Sepakati Isu Ini

Ilustrasi blokade AS terhadap kapal-kapal Iran di Selat Hormuz layaknya aksi bajak laut
Sumber :
  • ChatGPT

Jakarta, VoxPop – Pemerintah Iran menegaskan bahwa hanya bersedia membahas program nuklir jika telah ada kesepakatan atas isu lain. Hal itu termasuk pencabutan blokade AS di Selat Hormuz serta penghentian perang di Iran dan Lebanon, menurut laporan Sputnik, Minggu, dengan mengutip Axios.

img_title Orang AS Ketagihan Tempe, Produk Pangan RI Laris hingga Rp 150 Miliar di New York

Dalam wawancara dengan RIA Novosti, dikutip Minggu, 3 Mei 2026, Duta Besar (Dubes) Iran untuk Rusia Kazem Jalali mengatakan pemerintahnya, berdasarkan doktrin keamanan dan fatwa pemimpin tertinggi, telah berulang kali menyatakan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir dan program nuklirnya bersifat damai.

Media Iran sebelumnya melaporkan rencana penyelesaian damai Teheran dengan Amerika Serikat dan Israel terdiri atas 14 poin. Termasuk pembayaran ganti rugi kepada Iran dan pembentukan mekanisme baru pelayaran di Selat Hormuz.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Menurut sumber yang mengetahui rencana tersebut, usulan Iran itu menetapkan tenggat satu bulan bagi perundingan untuk membuka kembali Selat Hormuz, mengakhiri blokade laut AS, serta menghentikan perang di Iran dan Lebanon.

Setelah kesepakatan atas isu-isu itu tercapai, barulah akan dimulai tambahan satu bulan perundingan untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir.

img_title Harga Minyak Dunia Turun usai Melonjak Imbas Konflik AS-Iran, Pasar Mulai Hitung Ulang Risiko Timur Tengah

AS dan Israel mulai melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari lalu hingga menewaskan lebih dari 3.000 orang. AS dan Iran kemudian menyatakan gencatan senjata pada 8 April.

Namun, perundingan lanjutan di Islamabad, Pakistan, berakhir tanpa hasil. AS pun memulai blokade terhadap pelabuhan Iran. Para mediator saat ini berupaya mengatur putaran baru perundingan damai. (Ant)

Teluk Persia

Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

Turki targetkan penyelesaian proyek koridor transportasi baru yang menghubungkan Teluk Persia dengan Eropa via Irak dalam waktu 3 tahun sebagai alternatif selat hormuz.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut