Otoritas Penerbangan Sipil Israel Sebut Bandara Ben Gurion Disulap Jadi "Pangkalan Militer" AS

Pesawat militer AS jadikan Bandara Ben Gurion Israel sebagai pangkalan militernya
Sumber :
  • MEMO via Anadolu

VoxPop – Otoritas penerbangan sipil Israel memperingatkan bahwa Bandara Internasional Ben Gurion di Tel Aviv, Israel, secara efektif telah dijadikan "pangkalan militer AS," yang mengganggu penerbangan sipil dan mengancam maskapai penerbangan Israel.

img_title Pengadilan Larang Menteri Israel Ben-Gvir Pakai Buaya Jaga Lapas Tahanan Teroris

Kepala Otoritas Penerbangan Sipil Shmuel Zakay mengatakan kepada Menteri Transportasi Miri Regev dan Direktur Jenderal kementerian Moshe Ben Zaken bahwa aktivitas militer di bandara internasional utama Israel menunda kembalinya maskapai asing dan meningkatkan harga tiket menjelang musim pariwisata musim panas, seperti yang dilaporkan harian Yedioth Ahronoth.

Dalam beberapa minggu terakhir, media Israel menerbitkan gambar yang menunjukkan puluhan pesawat militer AS, termasuk pesawat pengisian bahan bakar, yang ditempatkan di bandara di tengah dukungan militer AS yang berkelanjutan untuk Israel.

img_title Harga Emas Hari Ini 3 Agustus 2026: Antam Kinclong, Produk Global Bersinar Terdorong Ini

"Mengubah Bandara Internasional Ben Gurion menjadi pangkalan militer merugikan kembalinya maskapai asing dan mengancam stabilitas keuangan maskapai penerbangan Israel," kata Zakay dilansir Middleeastmonitor, Selasa, 12 Mei 2026.

Ketegangan regional sejak dimulainya perang dengan Iran pada 28 Februari telah secara signifikan memengaruhi lalu lintas udara sipil, dengan maskapai penerbangan Israel memindahkan banyak pesawat ke luar negeri, beberapa di antaranya belum kembali, tambahnya.

img_title Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Zakay mengatakan bahwa lembaga militer Israel tidak sepenuhnya memahami kerusakan yang ditimbulkan pada penerbangan sipil atau dampaknya pada harga tiket dan masyarakat. "Bandara Ben Gurion telah menjadi pangkalan militer dengan aktivitas sipil yang terbatas," katanya.

Zakay juga memperingatkan bahwa situasi tersebut menimbulkan ancaman nyata bagi maskapai penerbangan Israel yang lebih kecil, termasuk Israir, Arkia, dan Air Haifa, karena meningkatnya biaya operasional dan bahan bakar serta meningkatnya permintaan penerbangan.

Ia menyerukan pemindahan pesawat AS dari Bandara Ben Gurion ke pangkalan militer, dengan mengatakan bahwa situasi saat ini tidak hanya merugikan maskapai penerbangan tetapi juga "semua warga negara."

Meningkatnya Kehadiran AS

Surat kabar itu juga mengutip CEO Israir, Uri Sirkis, yang mengatakan dalam pertemuan Komite Urusan Ekonomi Knesset bahwa maskapai penerbangan tersebut, yang biasanya memarkir 17 pesawat di Bandara Ben Gurion, sekarang hanya diizinkan untuk menyimpan empat pesawat di sana semalaman.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut