Trump Tak Peduli Jika Perundingan AS-Iran Gagal: Sudah Terlalu Lama dan Membosankan
- REUTERS/Jonathan Ernst
Meski demikian, Netanyahu menegaskan bahwa sikap Israel terhadap kelompok Lebanon itu tidak berubah.
“Malam ini saya berbicara dengan Presiden Trump dan mengatakan kepadanya bahwa jika Hezbollah tidak menghentikan serangan terhadap kota-kota dan warga kami, Israel akan menyerang target-target teroris di Beirut. Posisi kami tetap sama,” sambungnya.
Ia menambahkan bahwa Pasukan Pertahanan Israel (IDF) akan tetap melanjutkan operasi militer sesuai rencana di Lebanon selatan.
Sebelumnya pada Senin, militer Israel mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga yang tinggal di wilayah Dahieh, kawasan pinggiran selatan Beirut yang diyakini menjadi salah satu basis kuat Hezbollah.
“Jika Hizbullah terus menembakkan serangan ke kota-kota dan komunitas kami, IDF akan merespons dengan menyerang target-target teroris di Dahieh. Israel tidak berperang melawan rakyat Lebanon, melainkan melawan organisasi teroris Hizbullah,” kata militer Israel dalam sebuah pernyataan.
Tak lama setelah itu, media yang berafiliasi dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan bahwa Teheran akan menghentikan komunikasi dengan Washington sebagai bentuk protes atas kembali memanasnya konflik antara Israel dan Hizbullah di Lebanon.
Langkah tersebut berpotensi mengganggu upaya diplomatik yang selama beberapa pekan terakhir dilakukan untuk membuka kembali Selat Hormuz dan memulai kembali perundingan damai resmi.
Kantor berita Tasnim melaporkan bahwa tim negosiasi Iran menghentikan sementara pembahasan dan pertukaran pesan melalui perantara.
Menurut Tasnim, keputusan itu diambil karena Lebanon merupakan bagian dari syarat gencatan senjata yang sebelumnya disepakati, namun kini kesepakatan tersebut dinilai telah dilanggar.
Laporan tersebut langsung berdampak pada pasar energi. Harga minyak melonjak sekitar 5 persen setelah muncul kekhawatiran bahwa upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik mulai mengalami kebuntuan.
Tasnim juga menegaskan bahwa tidak akan ada dialog antara Teheran dan Washington sampai Israel menghentikan seluruh serangan di Lebanon dan Gaza serta menarik pasukannya dari wilayah yang didudukinya di Lebanon.
Selain itu, Iran juga mengisyaratkan kemungkinan membuka tekanan di wilayah lain yang memiliki nilai strategis bagi perdagangan global.
Media yang berafiliasi dengan IRGC menyebut bahwa Poros Perlawanan dan Iran mempertimbangkan penutupan penuh Selat Hormuz serta pengaktifan jalur tekanan lain, termasuk Selat Bab al-Mandab, sebagai bagian dari upaya untuk menghukum Israel dan para pendukungnya.
