Di Balik Manuver AS Redam Hizbullah dan Israel, Bisakah Perang Kawasan Dihindari?
- White House
Eskalasi konflik itu juga memaksa lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi serta memicu kekhawatiran bahwa Israel akan memperluas operasi militernya hingga mendekati Beirut.
Pada Minggu, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran menghentikan pertukaran pesan dengan Washington sebagai bentuk protes.
Setelah pengumuman Trump pada Senin, Duta Besar Lebanon untuk PBB Ahmad Arafa memuji pemerintahan Trump atas upaya konstruktif untuk memberi kesempatan kepada diplomasi.
Pengumuman ini juga dinilai penting karena berbagai upaya gencatan senjata sebelumnya antara Israel dan Lebanon selalu berakhir gagal. Gencatan senjata selama 10 hari yang diumumkan pada 22 April dan kemudian diperpanjang tiga pekan tidak mampu menghentikan pertempuran.
Respons Hizbullah dan Israel
Kantor Netanyahu menegaskan Israel tetap memiliki hak untuk menyerang Beirut jika serangan Hizbullah berlanjut.
"Jika Hezbollah tidak menghentikan serangan terhadap kota-kota dan warga kami, Israel akan menyerang target-target teroris di Beirut," kata Netanyahu.
Militer Israel juga kembali mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di wilayah pinggiran selatan Beirut. Warga diminta meninggalkan daerah tersebut demi keselamatan mereka. Israel memperingatkan bahwa jika Hizbullah terus menembakkan roket ke wilayahnya, maka kawasan Dahiyeh di Beirut akan menjadi sasaran serangan.
Hingga Selasa pagi belum ada laporan mengenai serangan Israel ke ibu kota Lebanon. Namun, serangan di Lebanon selatan masih berlanjut. Israel dilaporkan menembakkan artileri di dekat Nabatieh dan menyerang desa Choukine serta Kfar Tibnit.
Sementara itu, Kedutaan Besar Lebanon di Washington merilis pernyataan rinci yang menyebut Hizbullah telah menerima proposal Amerika Serikat mengenai penghentian serangan secara timbal balik.
Dalam proposal tersebut, serangan Israel ke pinggiran selatan Beirut akan dihentikan sebagai imbalan atas komitmen Hizbullah untuk tidak melakukan serangan terhadap Israel. Kerangka gencatan senjata itu nantinya akan diperluas ke seluruh wilayah Lebanon.
Anggota parlemen senior Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengatakan kelompoknya mendukung gencatan senjata penuh di seluruh wilayah Lebanon.
Menurutnya, gencatan senjata itu akan menjadi langkah awal menuju penarikan pasukan Israel dari Lebanon.
Ketua Parlemen Lebanon Nabih Berri, yang dikenal sebagai sekutu dekat Hizbullah, juga menyatakan bahwa kelompok tersebut akan mematuhi gencatan senjata secara penuh, menyeluruh, dan segera. Namun ia mempertanyakan siapa yang akan memastikan Israel menghentikan agresinya.
