Prancis Waspadai Berlanjutnya Gelombang Panas Masih Berlanjut

Ilustrasi Prancis
Sumber :
  • ANTARA News/Alviansyah Pasaribu

Jakarta, VoxPop – Pemerintah Prancis memperingatkan bahwa dampak kesehatan akibat gelombang panas berkepanjangan masih akan berlanjut meski suhu udara mulai menurun secara bertahap. Rumah sakit dan layanan darurat disebut masih menghadapi volume pasien yang tinggi akibat cuaca ekstrem.

img_title Zinedine Zidane Resmi Jadi Pelatih Timnas Prancis, Didier Deschamps Didepak usai Gagal Juara Piala Dunia 2026

Dikutip dari Anadolu, Minggu, 28 Juni 2026, Menteri Kesehatan Prancis Stephanie Rist meminta masyarakat tetap waspada karena jumlah kematian yang dikaitkan dengan gelombang panas tercatat lebih tinggi dibandingkan kondisi normal.

"Kemungkinan situasi kesehatan saat ini tidak sama seperti pada 2003," kata Rist kepada BFMTV, merujuk pada gelombang panas mematikan yang melanda Prancis pada tahun tersebut.

img_title Bursa Transfer Real Madrid: Michael Olise Cari Rumah di Madrid, Jadi Pindah ke Los Blancos?

Namun ia mengatakan data sementara dari Badan Kesehatan Masyarakat Prancis menunjukkan sekitar 1.000 kematian lebih banyak dari biasanya sejak Rabu.

Rist menegaskan angka tersebut masih bersifat sementara dan memperkirakan tekanan terhadap sistem layanan kesehatan akan terus berlangsung selama beberapa hari ke depan.

img_title Kata Thomas Tuchel Usai Inggris Hancurkan Prancis di Piala Dunia 2026

Kantor Perdana Menteri Sebastien Lecornu juga menyatakan bahwa meski gelombang panas mulai mereda, dampaknya terhadap kesehatan, seperti dehidrasi, keterlambatan penanganan pasien di rumah sakit, dan memburuknya kondisi kelompok rentan, masih akan terus dirasakan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez mengatakan layanan darurat mengalami lonjakan signifikan dalam penanganan insiden terkait cuaca panas.

Menurut dia, petugas pemadam kebakaran telah menangani sekitar 122.000 operasi selama periode cuaca ekstrem tersebut. Nunez memperkirakan aktivitas layanan darurat tetap berada pada tingkat yang sangat tinggi meski suhu mulai menurun, serta mengimbau masyarakat tetap berhati-hati, terutama saat berolahraga.

Sebagian besar wilayah Prancis mengalami suhu udara yang mulai turun setelah badai petir melanda pada Sabtu malam. Meski demikian, dua departemen di timur laut negara itu masih berstatus peringatan merah gelombang panas pada Minggu.

Selain itu, 34 departemen berada dalam status peringatan oranye gelombang panas dan 14 departemen lainnya mendapat peringatan oranye akibat badai petir.

Menurut otoritas setempat dan operator jaringan listrik Enedis, badai tersebut menyebabkan sedikitnya tujuh orang mengalami luka ringan dan memutus aliran listrik ke sekitar 63.000 rumah tangga.

Cuaca ekstrem tersebut juga mengganggu sejumlah ajang olahraga. Penyelenggara kejuaraan balap sepeda jalan raya Prancis terpaksa memangkas jarak balapan putra pada hari Minggu sebanyak satu putaran, lantaran suhu udara sudah mencapai sekitar 35 derajat Celsius saat garis start. (Ant)

Presiden FIFA Gianni Infantino serahkan trofi Piala Dunia kepada kapten Timnas Spanyol Rodri di hadapan Donald Trump

Spanyol, Inggris hingga Prancis Terancam Absen di Piala Dunia 2030, UEFA Ancam Boikot Kompetisi FIFA jika FFE Disetujui

Tim-tim elite Eropa seperti Spanyol, Inggris hingga Prancis terancam absen pada Piala Dunia 2030. Hal ini beriringan dengan boikot UEFA terhadap program FIFA.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut