Trump Sindir Pelayat Ali Khamenei, Klaim Tangisan Jutaan Warga Iran Hanya Air Mata Palsu

Peti Jenazah Mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Sumber :
  • AFP

VoxPop –Jumat 4 Juli 2026, prosesi upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei digelar. Prosesi upacara pemakaman itu dihadiri pelayat dari berbagai pihak mulai dari pejabat pemerintahan Iran, rakyat hingga perwakilan negara sahabat. 

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Jutaan warga Iran dilaporkan memadati jalan-jalan untuk mengikuti prosesi tersebut, menjadikannya salah satu peristiwa internasional yang mendapat perhatian luas.

Pada Sabtu, Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi terlihat menangis saat menghadiri upacara penghormatan terakhir bagi mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu.

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

Momentum pemakaman tersebut juga mendapat perhatian dari presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Trump mengaku terkejut melihat banyak warga Iran menangis dalam prosesi pemakaman. Menurutnya, ia mengira masyarakat Iran membenci Khamenei.

"Mungkin itu air mata palsu," ujar Trump dikutip dari laman NDTV, Minggu 5 Juli 2026.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Trump Sebut AS Beri Iran Waktu Sepekan

Sebelumnya, Trump juga mengatakan Amerika Serikat memberikan Iran 'libur' selama sepekan agar negara itu dapat menyelenggarakan pemakaman Khamenei.

"Kami mengalahkan Venezuela dalam satu hari, dan kami menghajar Iran habis-habisan. Sekarang mereka sangat ingin berdamai. Mereka benar-benar ingin mencapai kesepakatan. Kami memberi mereka waktu seminggu untuk pemakaman karena kami baik," kata Trump.

Sebagai informasi, Ayatollah Ali Khamenei, yang memimpin Iran selama 36 tahun, tewas pada 28 Februari, bertepatan dengan dimulainya serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran yang kemudian memicu perang di Timur Tengah. Sejak Maret, berbagai spekulasi mengenai jadwal prosesi pemakamannya terus bermunculan. Meski dalam hukum Islam jenazah umumnya dimakamkan secepat mungkin, idealnya dalam waktu 24 jam, kondisi perang membuat aturan tersebut tidak dapat diterapkan.

Sementara itu diketahui Iran memilih 4 Juli, yang bertepatan dengan peringatan 250 tahun berdirinya Amerika Serikat, sebagai awal rangkaian upacara pemakaman Khamenei. Prosesi tersebut mencakup sejumlah acara di Kota Qom, kota suci yang berada di selatan Teheran, pada 7 Juli, serta berbagai prosesi keagamaan lainnya.

Rangkaian pemakaman akan berakhir pada 9 Juli dengan prosesi pemakaman Khamenei di kota kelahirannya, Mashhad, yang juga merupakan kota suci di timur laut Iran.

VoxPop Militer: Pasukan Hamas Palestina

Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan, pihaknya tidak akan mengambil langkah apa pun terkait pelucutan senjata sebelum pasukan Israel mundur dari Jalur Gaza.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut