Pemakaman Ali Khamenei Bongkar Perpecahan Elite Politik Iran
- ANTARA/IRNA-OANA
"Perilaku mereka yang mencederai kesakralan pemakaman dengan menghina presiden dan menteri luar negeri sudah cukup menjelaskan mengapa tokoh seperti Mohammad Khatami dan Hassan Rouhani memilih tidak hadir," ujarnya.
Ia menambahkan, jika Pezeshkian yang dikenal mendapat kepercayaan penuh dari Khamenei saja diperlakukan seperti itu, maka dapat dibayangkan apa yang akan terjadi apabila Khatami atau Rouhani muncul di lokasi.
Situs berita yang dekat dengan kelompok reformis, Rouydad24, menyebut absennya para mantan presiden bukan sekadar persoalan seremoni. Menurut media tersebut, hal itu merupakan hilangnya kesempatan untuk menunjukkan adanya konsensus politik di tengah salah satu momen paling sensitif yang dihadapi Iran.
2. Seruan Balas Dendam Mendominasi
Selama rangkaian upacara berkabung, banyak peserta menyerukan pembalasan terhadap Amerika Serikat, Israel, terlebih khusus untuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mereka tuding bertanggung jawab atas kematian Khamenei. Sejumlah pelayat juga membawa bendera merah yang melambangkan tekad untuk membalas dendam.
Seorang pendukung pemerintah menulis bahwa rakyat tidak akan merasa tenang melalui perundingan, melainkan lewat aksi balas dendam terhadap musuh.
Jurnalis garis keras Parisa Nasrabadi berpendapat bahwa membalas kematian Khamenei merupakan langkah penting untuk memulihkan efek gentar terhadap musuh, mencegah pembunuhan terhadap para pemimpin di masa depan, sekaligus menjaga posisi pemimpin muda Iran.
Senada dengan itu, Pemimpin Redaksi surat kabar garis keras Kayhan, Hossein Shariatmadari, mendesak pemerintah Iran secara resmi menyatakan Donald Trump, bahkan para pilot yang disebut-sebut terlibat dalam pembunuhan Khamenei, layak dihukum mati di mana pun mereka berada. Ia juga mengusulkan pemberian hadiah bagi siapa pun yang berhasil membunuh Trump.
Sementara itu, sebuah artikel opini yang dimuat Tabnak menyebut besarnya jumlah pelayat dan slogan-slogan yang diteriakkan massa menunjukkan pemerintah Iran tidak memiliki pilihan selain melakukan pembalasan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas kematian Khamenei.
3. Pemakaman Menjadi Momentum Referendum?
Sejumlah tokoh pendukung pemerintah menggambarkan besarnya jumlah pelayat sebagai bentuk dukungan rakyat terhadap Republik Islam Iran.
Anggota parlemen Jafar Ghaderi bahkan menyebutnya sebagai referendum rakyat terbesar bagi revolusi. Menurutnya, pemerintah kini harus membalas loyalitas masyarakat dengan memperbaiki kondisi ekonomi.
