Ancam Kembali Serang Teheran, Iran Sebut Trump Lebih Memahami 'Bahasa Kekerasan'

Presiden AS Donald Trump di Gedung Putih
Sumber :
  • White House

Teheran, VoxPop – Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi mengatakan bahwa Presiden AS Donald Trump tampaknya lebih memahami “bahasa kekerasan”, setelah ia mengancam akan melancarkan serangan lanjutan ke Teheran.

img_title Donald Trump Rilis Pernyataan Lengkap soal Klaim Hamas Sepakat Lucuti Senjata, Israel Masih Bungkam

Pernyataan Trump yang menghina bangsa Iran hingga mengancam melakukan serangan lebih lanjut bukanlah "tanda kekuatan, tetapi pengakuan atas kegagalan kebijakan yang selama bertahun-tahun dibangun di atas kekerasan, sanksi, dan ancaman,” tulis Gharibabadi di X, Rabu 8 Juli 2026.

Ia pun menegaskan bahwa kebijakan Trump "gagal membuat bangsa Iran bertekuk lutut."

img_title Trump Umumkan Kesepakatan Pelucutan Senjata Hamas di Gaza

"Dengan Trump yang kriminal dan kejam, kita harus berbicara dalam bahasanya sendiri. Tampaknya, ia lebih memahami bahasa kekerasan,” kata Gharibabadi.

Trump sebelumnya mengatakan bahwa AS mungkin akan kembali menyerang Iran pada Rabu malam, menyusul serangan AS semalam sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal di Selat Hormuz.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

"Kita telah menyerang mereka dengan sangat keras tadi malam, sangat, sangat keras. Mungkin akan menyerang mereka dengan keras lagi malam ini. Saya akan memberi mereka sedikit peringatan. Kita akan menyerang mereka dengan keras malam ini," kata Trump di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.

"Saya tidak ingin berurusan dengan mereka lagi. Mereka sampah," ujar Presiden AS itu.

Trump juga mengatakan bahwa nota kesepahaman yang ditandatangani bulan lalu dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah "berakhir." (Ant)

VoxPop Militer: Pasukan Hamas Palestina

Hamas Respons Pernyataan Trump: Tidak Ada Pelucutan Senjata Sebelum Israel Mundur dari Gaza

Seorang pejabat senior Hamas mengatakan, pihaknya tidak akan mengambil langkah apa pun terkait pelucutan senjata sebelum pasukan Israel mundur dari Jalur Gaza.

img_title
VoxPop.co.id
31 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut