IRGC Tegaskan Selat Hormuz Tetap Ditutup hingga Agresi AS Berakhir, Pasokan Minyak Dunia Terancam

Ilustrasi Selat Hormuz
Sumber :
  • VoxPop/Davro

Jakarta,VoxPop – Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup hingga Amerika Serikat menghentikan tindakan agresinya. Pernyataan tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa konflik antara kedua negara belum menunjukkan tanda-tanda mereda dan berpotensi terus mengganggu jalur distribusi energi global.

img_title Turki Mau Bangun Jalur Baru Kurangi Ketergantungan Terhadap Selat Hormuz, Pakai Kereta Api

IRGC menyatakan operasi pembalasan terhadap Amerika Serikat masih akan terus berlangsung. Dalam pernyataan resminya, pasukan elite Iran itu menegaskan penutupan Selat Hormuz akan dipertahankan selama aksi militer Washington terhadap Iran masih berlanjut.

"Operasi pembalasan para pejuang akan terus berlanjut, dan Selat Hormuz akan tetap tertutup sampai Amerika Serikat mengakhiri tindakan agresinya," demikian pernyataan IRGC yang disiarkan televisi pemerintah Iran, IRIB, dikutip AFP, Rabu, 15 Juli 2026.

img_title Ekonom Sebut Serangan AS ke Iran Masih Jadi Sentimen Bagi Harga Minyak & Pergerakan Rupiah

Penegasan tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran pasar internasional mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling penting di dunia.

Penutupan Selat Hormuz Dikaitkan dengan Agresi AS

img_title Trump Kaji Pungut Rp 1,8 Miliar Buat Mahasiswa Asing yang Ingin Bekerja di AS usai Lulus Kuliah

Konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026 telah memicu gangguan terhadap pasokan energi melalui Selat Hormuz. Jalur tersebut selama ini menjadi rute utama pengiriman minyak mentah dan gas alam dari kawasan Teluk menuju pasar global.

IRGC menilai langkah yang diambil merupakan respons atas operasi militer Amerika Serikat di wilayah Iran.

Selain menegaskan penutupan Selat Hormuz, IRGC juga memperingatkan bahwa jalur ekspor energi lain di kawasan berpotensi menjadi sasaran apabila konflik terus meningkat.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut pihak yang disebut sebagai "musuh" harus siap menghadapi konsekuensi setelah armada Amerika Serikat dianggap menghambat jalur ekspor minyak dan gas melalui Samudra Hindia.

"Musuh harus tahu bahwa sekarang setelah kapal-kapal perampok maritimnya memblokir rute Samudra Hindia untuk ekspor minyak dan gas ke dunia -- sehingga membahayakan kepentingan saingan ekonomi Amerika -- mereka juga harus mengharapkan penutupan rute ekspor minyak dan gas lainnya yang melayani kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya," demikian pernyataan IRGC.

Meski demikian, IRGC tidak merinci jalur ekspor lain yang dimaksud dalam pernyataan tersebut.

IRGC Sebut Ekspor Energi Berlaku untuk Semua atau Tidak Sama Sekali

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut