Di Balik Kisah Bankir Inggris Bunuh 2 Perempuan Indonesia

Rurik Jutting George Canton pelaku pembunuhan dua WNI di Hong Kong.
Sumber :
  • REUTERS.com

VoxPop.co.id – Sidang kasus pembunuhan dua perempuan mantan Tenaga Kerja Indonesia di Hong Kong, Sumarti Ningsih dan Seneng Mujiasih, di dalam apartemen mewah milik Rurik Jutting George Canton pada November 2014, memasuki hari kedua.

img_title Terkuak, Pangeran Muda Arab Saudi Meninggal akibat Campuran Alkohol, Obat, dan Narkoba

Sidang mengungkap kesaksian dua dokter ahli, pakar taksologi bernama Dr. Law dan patologi yakni Dr. Pun, yang menyebut adanya luka tusukan di kemaluan salah satu korban dan menyayat lehernya hingga hampir putus.

Mengutip situs BBC, Kamis, 27 Oktober 2016, dari ruang sidang di Hong Kong, terdakwa pelaku pembunuhan, Jutting, tampak tekun membaca catatan bukti kasus yang diberikan pengadilan kepadanya.

img_title Digerebek Saat Pesta Narkoba di Bekasi, 7 Orang Diciduk! Ternyata Ada Buronan 2.000 Ekstasi

Kedua papar tersebut menyebut Jutting bisa jadi berada dalam pengaruh kokain saat melakukan pembunuhan.

Dr. Pun mengungkapkan bahwa Jutting menyayat leher Sumarti Ningsih hingga hampir putus, menyisakan hanya 7 sentimeter lapisan lemak dan kulit saja.

img_title Viral! Diduga Napi di Pekanbaru Sedang Asyik Pesta Sabu

Selain itu, ditemukan pula luka tusukan pisau di kemaluannya.

Korban kedua, Seneng Mujiasih, menunjukkan tanda-tanda berontak dengan bekas memar dan tusukan pisau di siku, telapak tangan dan jari-jari kanannya.

Penyiksaan tak sampai di situ. Ditemukan bekas memar di kepala yang diduga disebabkan oleh pukulan Jutting.

"Memar menunjukkan konsistensi kalau korban berusaha melawan. Memar di bahu menunjukkan bahwa terdakwa menekan, kemudian menelikung korban lalu menggorok lehernya," kata Dr. Pun, dalam keterangannya di sidang.

Namun, penyebab kematiannya serupa dengan yang diderita Sumarti Ningsih, yaitu akibat lehernya digorok. Jenazah Seneng Mujiasih ditemukan telah kaku dengan muka menghadap ke lantai ruang tamu flat milik Jutting di Wan Chai.

Pengaruh kokain

Selain luka memar, sayatan serta bekas gorokan di kepala, badan bagian atas, juga ditemukan luka tusukan benda di bagian belakang tubuhnya.

Sementara, jenazah Ningsih ditemukan di dalam kopor di sebuah balkon yang terikat tali serta terbungkus kantung plastik yang biasa digunakan untuk menyimpan bed cover.

Salah satu barang bukti, video iPhone yang merekam penyiksaan dan pembunuhan oleh Jutting, sebelumnya telah dipertunjukkan ke para juri.

Dari rekaman video itu, menurut Dokter Law yang dihadirkan sebagai saksi ahli toksilogi klinis, mengatakan Jutting kemungkinan berada di bawah pengaruh kokain saat melakukan pembunuhan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut