Terkuak, Pangeran Muda Arab Saudi Meninggal akibat Campuran Alkohol, Obat, dan Narkoba

Ilustrasi meninggal dunia.
Sumber :
  • U-Report

VoxPop –Seorang pangeran Arab Saudi yang ditemukan meninggal dunia di sebuah hotel di London pada tahun lalu diketahui memiliki kandungan alkohol, narkoba jenis gamma-hydroxybutyrate (GHB), ganja, dan obat penenang Xanax di dalam tubuhnya.

img_title Sempat Dikabarkan Ditangkap Bareskrim, Kasat Narkoba Polres Tangsel Disebut Berstatus Saksi

Berdasarkan laporan toksikologi yang dipaparkan di pengadilan, Abdullah bin Fahad bin Abdullah bin Abdulaziz bin Jalawi Al Saud memiliki kadar alkohol dalam darah yang hampir tiga kali lipat melebihi batas legal mengemudi dalam keadaan mabuk saat ia meninggal dunia. Informasi tersebut diungkap dalam laporan The Telegraph seperti dikutip dari laman NDTV, Minggu 26 Juli 2026.

Sidang pemeriksaan kematian (inquest) di Pengadilan Koroner Inner West London mengungkap bahwa Pangeran Abdullah, anggota keluarga kerajaan Arab Saudi, mengalami henti jantung setelah mengonsumsi alkohol dan sejumlah obat-obatan dalam jumlah besar.

img_title Tragedi Tewasnya Dokter Magang dr Siti Zahra Maghfira Jadi Sorotan, Apa Perbedaan Co-ass dan Internship?

Jenazah pria berusia 29 tahun itu ditemukan di kamar mandi kamar hotelnya yang bernilai sekitar 600 euro atau setara Rp 12,2 juta per malam di Marriott Hotel, Kensington, London Barat, pada 25 November tahun lalu.

Berjuang Melawan Kecanduan

img_title Polda Metro Klarifikasi Nasib Kasat Narkoba Tangsel, Tidak Terlibat Kasus Etomidate

Dalam persidangan terungkap bahwa Pangeran Abdullah telah lama berjuang melawan kecanduan alkohol dan Xanax. Tiga bulan sebelum meninggal, ia sempat menjalani perawatan di Priory Clinic, Roehampton, London, sebuah pusat rehabilitasi yang biaya perawatannya bisa mencapai 35.000 euro atau setara Rp 715 juta per minggu.

Selama menjalani rehabilitasi, Abdullah menjalani program detoksifikasi dari alkohol, obat golongan benzodiazepin, serta pregabalin yang biasa digunakan untuk mengatasi gangguan kecemasan. Setelah keluar dari Priory Clinic, ia melanjutkan perawatan di Rainford Hall, sebuah klinik rehabilitasi swasta di Merseyside dengan biaya sekitar 7.000 euro atau setara Rp 143 juta per minggu.

Di klinik tersebut, ia juga didiagnosis mengalami infeksi saluran pernapasan bagian atas sebelum akhirnya diperbolehkan pulang pada 14 Oktober. Beberapa minggu kemudian, tepatnya pada 19 November, Abdullah menginap di Marriott Hotel London untuk masa tinggal selama satu pekan. Rekaman kamera pengawas (CCTV) terakhir menunjukkan dirinya keluar hotel pada malam sebelum meninggal untuk merokok.

Ditemukan Meninggal di Kamar Hotel

Keesokan harinya, seorang petugas kebersihan menemukan Pangeran Abdullah tergeletak di lantai kamar mandi kamar hotelnya yang berada di lantai lima dalam kondisi pintu terkunci dari dalam. Saat ditemukan, ia masih mengenakan pakaian lengkap.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut