Di Balik Kisah Bankir Inggris Bunuh 2 Perempuan Indonesia
- REUTERS.com
Menurut dia, dalam video itu Jutting menunjukkan tanda-tanda pengguna kokain dengan kelopak mata tampak menggayut, berbicara melantur dan gerakan motorik tubuh yang terlihat tak terkoordinasi.
Selain itu, sekantung bubuk putih yang disita polisi Hong Kong dari tempat kejadian perkara terbukti mengandung 30 persen kokain.
![]()
Seneng Mujiasih (kiri atas) dan Sumarti Ningsih (kiri bawah) serta Rurik Jutting (Mirror.co.uk).
Ahli forensik Hong kong juga menemukan bahwa darah korban pertama, Sumarti Ningsih, positif mengandung kokain.
"Ini bisa berarti terdakwa sempat berbagi kokain dalam mengkonsumsi dengan korban pertama," ungkap Dokter Law.
Kepada polisi Hong Kong, pria yang berprofesi sebagai bankir Inggris ini mengakui membunuh Seneng dan Ningsih setelah menyiksa mereka.
Kendati demikian, Dokter Law menolak klaim pengacara Jutting yang biasa menggunakan kokain tak murni sampai 10 gram sehari karena pasti akan menyebabkan kematian.
Ia juga menolak klaim bahwa saat pembunuhan, Jutting berada dalam keadaan overdosis kokain, karena hal itu juga dapat langsung mengakibatkan kematian.
Jutting diancam maksimal hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.
Menurut rencana, Jutting akan mendatangkan dokter ahli dari Inggris pada sidang minggu depan untuk mempertahankan pengakuan pembunuhan tak berencana tersebut.
