Gara-gara Harta Gono-gini, Pria di Kendari Bacok Mantan Istri

Ilustrasi penusukan
Sumber :
  • pixabay

VoxPop - Seorang pria berinisial SR di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, ditangkap polisi karena telah melakukan penganiayaan. Pria 40 tahun itu melakukan penganiayaan dengan membacok mantan istrinya berkali-kali.

img_title Pria 27 Tahun Hilang di Hutan Kolam Asahan Berhasil Ditemukan dalam Keadaan Selamat

Ilustrasi lokasi pembacokan.

Photo :
  • U-Report

Resmi Bercerai pada 2021

img_title Cekcok Berdarah, Kakek 60 Tahun Ditangkap Polisi usai Bunuh Pria di Plaza Kabanjahe Karo

Kasat Reskrim Polresta Kendari, AKP Fitrayadi, mengatakan bahwa penganiayaan itu dilakukan pelaku lantaran dipicu pertengkaran soal pembagian harta gono-gini.

"Mereka cekcok soal pembagian harta gono-gini, karena pelaku dan korban ini kan sudah resmi bercerai sejak tahun 2021 lalu," kata AKP Fitrayadi saat dimintai konfirmasi, Sabtu, 4 Juni 2022.

img_title Pria di Banjarbaru Ngaku Jadi Polisi, Tipu Kekasihnya Jutaan Rupiah

Baca juga: Pembacokan Suami Istri, Pelaku: Daripada Saya Mati Duluan

Fitrayadi menjelaskan bahwa penganiayaan itu bermula ketika pelaku SR ke indekos korban di wilayah Kecamatan Wua-wua, sekitar pukul 07.30 WITA, pagi tadi. Saat itu, pelaku bertamu untuk membicarakan pembagian harta satu unit rumah yang dibeli saat keduanya belum bercerai.

Pelaku Ingin Beli Rumah Mereka

Kemauan pelaku yakni meminta ke korban agar tidak menjual rumah itu ke orang lain, karena pelaku sendiri yang akan membelinya.

"Awalnya mereka saling bicara baik-baik. Karena pelaku ini datang ke kos korban dan minta kepada korban agar rumah itu tidak dijual ke orang lain. Sebab, pelaku ini yang minta agar pelaku sendiri yang membeli rumah itu," kata Fitrayadi.

Korban Menolak Rumah Dibeli dengan Harga Murah

Dari hasil negosiasi mereka, korban lantas menolak permintaan pelaku hendak membeli rumah itu dengan harga murah. Sementara ada orang lain yang hendak membeli rumah itu dengan harga jauh lebih tinggi.

Sontak, pelaku lantas emosi lalu mengambil parang yang memang telah dibawa saat datang ke indekos korban.

"Mereka bertengkar karena tidak cocok pendapat. Pelaku yang emosi langsung mengambil parang yang dibawanya dan menebas korban di kosan itu," katanya.

Tebas Berulang Kali

Saat menebas, kata Fitriyadi, pelaku tak tanggung-tanggung terus melakukan berulangkali hingga korban terluka parah dan bersimbah darah. Beruntung, usai kejadian itu korban segera dilarikan ke rumah sakit oleh kepolisian setempat.

"Pelaku parangi korban dengan membabi buta hingga melukai bagian tubuh korban yang cukup parah karena terus mengeluarkan darah," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut