Dikira Pelaku Tawuran, Remaja di Gorontalo Dipukuli Polisi hingga Babak Belur dan Muntah Darah

Ilustrasi oknum polisi.
Sumber :
  • Antara FOTO.

"Tidak lama setelah diancam, tiba-tiba pantat senjata yang di bawah komandan itu dihantamkan ke saya. Akhirnya kena mata kiri saya. Sakit sekali dihantam, saya langsung menangis. Terus saat saya pulang dan tiba di rumah, saya langsung muntah darah," tuturnya.

img_title MInta Rujuk, Mantan Istri Polisi di Medan DItemukan Tewas dalam Kamar Mandi

Sementara, Kapolres Gorontalo AKBP Deddy Herman jelaskanpenganiayaan itu terjadi saat anggotanya dapat informasi ada aksi tawuran antara pelajar SMK di lokasi tempat bermain futsal di Kota Gorontalo.

"Intinya awal kejadian karena ada tawuran, ribut-ribut waktu main futsal antara anak SMK," kata AKBP Deddy saat dikonfirmasi awak media, pada Sabtu 4 Februari 2024.

img_title Jangan Sepelekan Karet Belakang Truk, Gara-gara Ini Sopir Langsung Dihentikan Polisi

Deddy menyampaikan kronologi peristiwa penganiayaan itu ada dua versi, Dia bilang dari versi korban bahwa jadi korban penganiayaan salah sasaran oleh anggota kepolisian di lokasi. Sementara, oknum anggota polisi itu menyebut korban merupakan bagian dari pemuda yang terlibat dalam tawuran tersebut.

img_title Jaringan Narkoba Mulai Gunakan Jasa Kondektur Bus sebagai Kurir, 3,77 Gram Sabu Disita

“Korban bilang begini dan keterangan anggota juga bilang begitu. Karena kalau menurut keterangan pelapor terkena yang mana dia dipukul pakai popor senjata. Tapi kalau dari terlapor dia tidak sengaja," katanya.

Deddy menuturkan, kasus ini akan diusut tuntas. Lalu, ia menegaskan oknum anggota tersebut akan disanksi jika terbukti bersalah. Meski demikian, saat ini anggota polisi inisial TA itu tengah jalani pemeriksaan oleh Propam setelah korban melapor.

"Masih proses pendalaman oleh Propam Polda Gorontalo, kalau anggota terbukti salah, pasti diproses," katanya.

Lebih lanjut, Deddy berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Dia juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya terhadap korban dan keluarganya.

"Dan saya selaku Kapolres Gorontalo kalau kejadian itu benar saya minta maaf atas nama anggota Polri dan atas nama Polres Gorontalo. Kemudian, ini jadi pelajaran dan tidak akan terulang lagi," ujarnya.
 

MSBO, seorang kopilot WN Malaysia yang ditangkap atas dugaan menjadi kurir ekstasi 25 kilogram menuju Indonesia

Cegah Kasus Kopilot Selundupkan Ekstasi Terulang, Malaysia Tugaskan Polisi di Bandara

Malaysia mempertimbangkan untuk menugaskan kepolisian di dalam area bandara untuk mencegah praktik penyelundupan narkoba seperti kasus kopilot bawa ekstasi ke Indonesia

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut