Dikira Pelaku Tawuran, Remaja di Gorontalo Dipukuli Polisi hingga Babak Belur dan Muntah Darah
- Antara FOTO.
"Tidak lama setelah diancam, tiba-tiba pantat senjata yang di bawah komandan itu dihantamkan ke saya. Akhirnya kena mata kiri saya. Sakit sekali dihantam, saya langsung menangis. Terus saat saya pulang dan tiba di rumah, saya langsung muntah darah," tuturnya.
Sementara, Kapolres Gorontalo AKBP Deddy Herman jelaskanpenganiayaan itu terjadi saat anggotanya dapat informasi ada aksi tawuran antara pelajar SMK di lokasi tempat bermain futsal di Kota Gorontalo.
"Intinya awal kejadian karena ada tawuran, ribut-ribut waktu main futsal antara anak SMK," kata AKBP Deddy saat dikonfirmasi awak media, pada Sabtu 4 Februari 2024.
Deddy menyampaikan kronologi peristiwa penganiayaan itu ada dua versi, Dia bilang dari versi korban bahwa jadi korban penganiayaan salah sasaran oleh anggota kepolisian di lokasi. Sementara, oknum anggota polisi itu menyebut korban merupakan bagian dari pemuda yang terlibat dalam tawuran tersebut.
“Korban bilang begini dan keterangan anggota juga bilang begitu. Karena kalau menurut keterangan pelapor terkena yang mana dia dipukul pakai popor senjata. Tapi kalau dari terlapor dia tidak sengaja," katanya.
Deddy menuturkan, kasus ini akan diusut tuntas. Lalu, ia menegaskan oknum anggota tersebut akan disanksi jika terbukti bersalah. Meski demikian, saat ini anggota polisi inisial TA itu tengah jalani pemeriksaan oleh Propam setelah korban melapor.
"Masih proses pendalaman oleh Propam Polda Gorontalo, kalau anggota terbukti salah, pasti diproses," katanya.
Lebih lanjut, Deddy berharap kejadian serupa tidak terulang lagi. Dia juga menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya terhadap korban dan keluarganya.
"Dan saya selaku Kapolres Gorontalo kalau kejadian itu benar saya minta maaf atas nama anggota Polri dan atas nama Polres Gorontalo. Kemudian, ini jadi pelajaran dan tidak akan terulang lagi," ujarnya.
