Detik-detik Perang Sarung di Tangsel Berakhir Penganiayaan, Bocah Perempuan Dibanting dan Diinjak

Ilustrasi mobil polisi di lokasi kejadian.
Sumber :
  • VoxPopnews/Tri Saputro

Tangerang Selatan - Viral video seorang bocah perempuan disebut dianiaya buntut adanya perang sarung antar dua kelompok anak. Insiden itu diduga terjadi di Ciputat, Tangerang Selatan, Banten.

img_title Jadi Tersangka, Begini Pengakuan Wanita 45 Tahun di Ciamis yang Sebar Ajakan Demo Jelang 17 Agustus

Insiden itu salah satunya di-posting akun Instagram @etalasebintaro. Dalam akun itu, diunggah video detik-detik si bocah dibanting ke tanah sampai tersungkur.

Selanjutnya, korban dipukul juga diinjak kepalanya. Beberapa anak yang ada di sana malah merekam dan tidak membantu korban.

img_title Lindas Adiknya usai Kepergok Bareng Wanita Lain dalam Mobil, Sekda Konawe Selatan Jadi Tersangka

"Kejadian pada Rabu (13/3) sekitar pk 21.00 WIB. Saat itu korban dan 2 teman perempuannya sedang nongkrong sambil bermain slepetan sarung. Yang kalah dipukul. Namun, ketika korban kalah, laki-laki remaja lain malah memukuli korban berkali-kali. Pelaku sekitar SMP/SMA. Saat ini sedang dicari oleh polisi," demikian tulis akun itu seperti dikutip pada Selasa, 19 Maret 2024.

img_title Kasus SPG Direkam Diam-diam Jadi Konten Berbuntut Panjang, Polisi Mulai Selidiki

Terkait itu, polisi pun angkat bicara. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Tangsel, Ajun Komisaris Polisi Agil menyebut, berdasar pengecekan tempat kejadian perkara (TKP), penganiayaan bermula karena perang sarung.

"Berdasarkan hasil penyelidikan pengecekan TKP dan keterangan saksi-saksi bahwa kejadian tersebut terjadi diawali karena adanya perang sarung antara dua kelompok anak. Yang kemudian dari kejadian tersebut korban mengalami luka-luka," kata Agil.

Adapun korban belakangan diketahui berinisial N berusia 12 tahun. Korban disebut telah divisum.

Lebih lanjut, dia mengatakan, korban dan orang tuanya juga sudah dimintai keterangann. Sampai saat ini, penyelidikan masih dilakukan polisi.

"Korban inisial N (12), perempuan. Tindak lanjut melakukan visum terhadap luka-luka yang dialami anak korban," ujar Agil.

Selain ayah korban sebagai pelapor, dia bilang pihaknya juga meminta keterangan terhadap sejumlah saksi.

"Melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap anak korban, melakukan pemeriksaan klarifikasi terhadap 4 orang saksi-saksi," kata dia.

MSBO, seorang kopilot WN Malaysia yang ditangkap atas dugaan menjadi kurir ekstasi 25 kilogram menuju Indonesia

Cegah Kasus Kopilot Selundupkan Ekstasi Terulang, Malaysia Tugaskan Polisi di Bandara

Malaysia mempertimbangkan untuk menugaskan kepolisian di dalam area bandara untuk mencegah praktik penyelundupan narkoba seperti kasus kopilot bawa ekstasi ke Indonesia

img_title
VoxPop.co.id
5 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut