Gelap Mata, Pencari Kepiting Bunuh Temannya Gara-gara Rebutan Wilayah

Pelaku pembunuhan pemacing kepiting di Surabaya
Sumber :
  • tvOne/Zainal Azhari

Surabaya – Seorang pria pencari kepiting tega membunuh teman seprofesi di kawasan tambak Sukolilo, Surabaya. Korban yang sebelumnya dikabarkan hilang, ditemukan tewas bersimbah darah pada Selasa, 19 Maret 2024, dini hari di pinggir pantai timur Surabaya. 

img_title Pria 27 Tahun Hilang di Hutan Kolam Asahan Berhasil Ditemukan dalam Keadaan Selamat

Polisi dari Satreskrim Polrestabes Surabaya bergerak cepat dengan menangkap pelaku pada Kamis, 21 Maret 2024. Pelaku berinisial SH alias Willy (42) asal Kejawan Putih Tambak, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, ditangkap enangkapan di lereng Gunung Argopuro, Jember.

Kasus bermula saat korban bernama Moch Hudoyo alias Doyo (46), pencari kepiting warga Jalan Medokan Semampir I-C, Surabaya, terlibat cekcok dengan pelaku lantaran rebutan wilayah tambak pencarian kepiting. 

img_title Cekcok Berdarah, Kakek 60 Tahun Ditangkap Polisi usai Bunuh Pria di Plaza Kabanjahe Karo

Cekcok tersebut terjadi sekitar 3 minggu lalu, dimana pelaku telah merencanakan pembunuhan terhadap korban lantaran sakit hati dan dendam karena korban telah menceburkan motornya ke tambak. 

Satreskrim Polrestabes Surabaya menangkap pelaku pembunuhan pemancing kepiting

Photo :
  • Dok Polrestabes Surabaya
img_title Pria di Banjarbaru Ngaku Jadi Polisi, Tipu Kekasihnya Jutaan Rupiah

Pelaku yang tak lagi mancing kepiting dengan korban, membuntuti korban yang pergi ke tambak untuk memancing kepiting pada 18 Maret 2024. Pelaku sudah menyiapkan sebilah celurit yang disembunyikan di semak-semak, untuk digunakan menghabisi korban. 

"Saya sudah merencanakanya selama 5 hari sebelum kejadian," ujar Willy

Pelaku mencari waktu yang tepat dan lokasi yang sepi untuk memudahkan niat jahatnya menghabisi korban. Ketika korban datang, pelaku saat itu langsung menebaskan celurit ke kepala korban. Namun, korban berhasil menghindar sehingga mengenai dada sebelah kiri.

Korban sempat melarikan diri, karena luka bacokan yang cukup parah dan kehabisan darah menyebabkan korban tewas di TKP. Sementara pelaku langsung melarikan diri ke rumah orang tuanya ke Jember.

Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Hendro Sukmono mengaku sempat mengalami kendala saat mengevakuasi jasad korban Hudoyo. Selain jauh dari pemukiman, lokasi pembunuhan berada di area tambak yang tak bisa dijangkau ambulans.

"Sempat ada kendala, karena situasinya tidak memungkinkan pakai mobil dan jalan kaki sekitar 6 km di titik ditemukannya korban," kata AKBP Hendro, Senin.

AKBP Hendro menyampaikan berawal dari kejadian satu bulan yang lalu, dimana antara korban dan tersangka memiliki perselisahan yaitu perebutan wilayah tambak kepiting, korban melempar kendaraan tersangka ke tambak dan menyulut dendam dari tersangka. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut