Begini Kronologi Dicokoknya Perampok Toko Emas Asal Malaysia

Polres Resor Kota Tangerang merilis pelaku perampokan di Tangerang
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Sherly

VoxPop – Kepolisian Resor Kota Tangerang memaparkan kronologi pengungkapan kasus pencurian toko emas Permata, Balaraja, Tangerang. Pelaku terungkap dan ternyata dua warga negara asing asal Malaysia.

img_title Masih Pakai Mukena dan Mulut Dilakban, Nenek di Cakung Lapor ke Kantor Polisi Ngaku Dirampok Tetangga

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Sabilul Alif menjelaskan, pada 13 Juni 2019, kedua pelaku yakni, MNFR (26) dan MNI (23) datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Selanjutnya, keduanya hari itu juga melakukan penyewaan mobil ke salah satu toko di Penjaringan, Jakarta Timur. Usai melakukan penyewaan mobil, keduanya mulai melancarkan aksinya. Sasaran utama keduanya melakukan aksi pencurian toko emas di kawasan Serang, Banten.

img_title Polisi Perampok Toko Emas di Aceh Selatan Dipecat!

Namun, lantaran kondisi lalu lintas di kawasan setempat terlalu padat, akhirnya kedua pelaku memilih untuk mencari lokasi lainnya. Hingga pada 14 Juni 2019, keduanya memutuskan untuk beraksi di toko emas Permata, Balaraja, Tangerang.

Saat melakukan aksinya, kedua warga negara Malaysia itu berhasil menggasak perhiasan sebanyak enam baki. Menurut pengakuan korban, total kerugian hingga 6 kilogram. Berhasil menggasak emas, keduanya melarikan diri menggunakan kendaraan roda empat yang disewa.

img_title Irjen Ruddi Setiawan Bongkar Motif Oknum Polisi Rampok Toko Emas di Aceh Selatan, Ternyata karena Uang

Sebelum berhasil lolos, mobil kedua pelaku tersebut dilempari warga oleh batu.

"Saat mereka lari, tim kami langsung berkoordinasi dengan cepat, yang mana dari hasil pemeriksaan saksi, mereka menggunakan mobil Avanza dengan kondisi kaca yang pecah usai dilempar batu oleh warga," kata Sabilul di Mapolresta Tangerang, Kamis, 11 Juli 2019.

Saat itu, polisi yang berjaga di kawasan setempat sempat melakukan penutupan jalan untuk mengamankan pelaku. Ketika berada di kawasan tol, mobil pelaku sempat diadang polisi.

Namun, kondisi kendaraan pelaku yang melaju kencang hingga akhirnya menabrak polisi dan berhasil kabur ke arah Merak.

Tak sampai di situ, keduanya kembali melancarkan aksinya di salah satu pom bensin kawasan Balaraja. Lalu, berhasil merampok uang tunai senilai Rp4 juta. Hingga akhirnya, keduanya melarikan diri melalui jalur udara.

"Tanggal 15 Juni 2019 itu mereka kembali ke Malaysia lewat Bandara Soekarno-Hatta, dengan membawa semua barang bukti hasil perampokan. Mereka hanya tiga hari di Indonesia dan menginap di salah satu hotel kawasan Serang," tuturnya.

Kemudian, sebelum meninggalkan Indonesia, pelaku terlebih dulu mengembalikan mobil ke tempat rental.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut