Kasus Narkoba, Jaksa Depok Tuntut 2 Anggota Polri dengan Hukuman Mati

VoxPop – Dua oknum anggota Polri dituntut hukuman mati lantaran diduga terlibat kasus peredaran narkoba jenis sabu, dengan berat sekira 38 kilo gram. Dalam persidangan terungkap, keduanya telah beberapa kali menjalankan bisnis haram tersebut.

img_title Masuk Bulan Agustus, Polri Pastikan Tak Ada Gangguan Kamtibmas di Pusat Ekonomi Nasional

Kasi Intel Kejaksaan Negeri Depok, Herlangga menuturkan, kedua terdakwa yakni, Hartono dan Faisal. Adapun dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) merupakan dakwaan Pasal 114 junto Pasal 132 Ayat 1, Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau dakwaan kedua melanggar Pasal 112 Ayat 2 junto Pasal 130 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Penuntut umum Kejari Depok menerima berkas perkara dari PMJ (Polda Metro Jaya) terkait tindak pidana narkotika dari kedua terdakwa. Keduanya saat dilakukan penangkapan merupakan anggota Polri aktif,” kata Herlangga usai mengikuti sidang yang berlangsung secara online di kantornya, Kamis, 16 April 2020.

img_title Jaringan Narkoba Mulai Gunakan Jasa Kondektur Bus sebagai Kurir, 3,77 Gram Sabu Disita

Pada sidang tersebut, JPU Kejari Depok juga telah membacakan analisis yuridis mengenai pembuktian dari kedua terdakwa. Kesimpulannya, kata Herlangga, menurut penuntut umum terdakwa telah secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan, atau terbukti melakukan tindak pidana sebagaimaan dakwaan pertama, yaitu Pasal 114 Ayat 2 junto Pasal 132 Ayat 1 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Unsurnya adalah percobaan atau pemufakatan jahat untuk melakukan tindak pidana narkotika, dengan tanpa hak melawan hukum menawarkan untuk dijual, membeli, menjadi perantara, menukar atau menyerahkan narkotika golongan satu, bukan tanaman yang beratnya lebih dari 5 gram," ujarnya.

img_title Pilot Malaysia Pembawa 70 Ribu Ekstasi Sedia Botol Urine Negatif Narkoba Buat Antisipasi Pemeriksaan Petugas

Dari hasil fakta persidangan ini, JPU Kejari Depok berpendapat bahwa kedua terdakwa terbukti sah dan meyakinkan bersalah. “Mengapa hukuman mati, karena dalam Pasal 114 Ayat 2 tindak pidana tersebut ancamannya adalah mati,” ujar Herlangga.

Kemudian, pertimbangan JPU dilihat dari berat barang bukti yang ditemukan dari terdakwa dalam berkas, tertera hampir 38 kilo gram sabu.

“Oleh karena itu JPU menuntut dengan pidana mati. Kemudian dalam kasus tesebut terdapat dua terdakwa lain, atas nama Yudi Aprianto dan Muslim Safari, namun JPU masih menyusun dan menganalisis fakta persidangan untuk dijadikan tuntutan,” katanya.

Yang Memberatkan

Herlangga mengakui, dalam tuntutan itu, JPU melihat hal-hal yang meringankan dan memberatkan. “Yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah pemberantasan narkoba, meresahkan masyarakat dan dapat merusak generasi muda. Karena apabila barang itu sempat diedarkan kepada masyarakat yang akhirnya terkena imbas adalah generasi muda," katanya.

Tak hanya itu saja, dari fakta persidangan terungkap, para terdakwa sering melakukan perbuatan dalam jual beli narkoba.

“Itu dijadikan hal yang memberatkan. Yang terakhir adalah dua terdakwa merupakan anggota Polri yang seharusnya seharusnya dapat memberikan contoh kepada masyarakat dalam kapasitasnya sebagai anggota Polri,” ujarnya.

Hakim memutuskan sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda mendengar pembelaan terdakwa.  

Ilustrasi polisi

TNI Buka Suara Soal Dugaan Prajurit Aniaya Polisi Hingga Tewas di Asrama Brimob Slipi

Mabes TNI buka suara terkait kasus dugaan penganiayaan yang menewaskan anggota Polri, Desky Prima Idolakusuma (30), di kawasan Asrama Brimob, Slipi, Palmerah, Jakbar.

img_title
VoxPop.co.id
4 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut