Polisi: Pemberian Tugas Tambahan Efektif Kurangi Pelajar Ikut Demo
- VoxPop/Solihin
VoxPop – Dalam mencegah para pelajar mengikuti aksi unjuk rasa, Suku Dinas Pendidikan memberikan tugas tambahan. Polisi pun menilai, penambahan tugas kepada pelajar cukup efektif mengurangi jumlah pelajar terlibat aksi-aksi demo.
“Kemarin kami sepakat dengan Sudin Pendidikan dan sekolah untuk memberikan tugas-tugas pada para pelajar. Hasilnya efektif, tepat sasaran, dan kita pun akan terus meningkatkan koordinasi ini, khususnya saat sebelum hari H (demo)," kata Wakapolres Metro Jakarta Selatan, Antonius Agus Rahmanto, Kamis, 22 Oktober 2020.
Baca juga: Ada Demo Omnibus Law Lagi, Hindari Kawasan Istana dan Jalan MH Thamrin
Agus menerangkan setelah dilakukan evaluasi di lapangan, angka pelajar yang terlibat demo cukup jauh menurun. Pada saat demo tanggal 8 dan 13 Oktober 2020 lalu, ada sekitar 288 pelajar yang diamankan. Namun, pada demo 20 Oktober 2020 hanya sedikit pelajar yang terlibat demo, paling banyak yang ditangkap yakni kelompok remaja pengangguran.
"Penurunannya drastis sekali, menurut evaluasi kami berkurang jauh. Dari hasil yang diamankan saja sewaktu demo 20 Oktober kemarin, hanya ada 10 pelajar," ungkap Agus.
Selain itu, Agus mengatakan, pihak kepolisian akan tetap terus melakukan pencegahan pelajar terlibat demo yang berkoordinasi dengan Sudin Pendidikan, sekolah, dan orangtua di Jakarta Selatan. Baik dengan pemberian tugas tambahan, absen sehari tiga kali di waktu pagi, siang, dan sore ataupun dengan kegiatan lainnya yang lebih bermanfaat.
Sebelumnya, Suku Dinas Pendidikan bersama Polres Metro Jakarta Selatan mencegah keterlibatan pelajar dalam demonstrasi menolak UU Cipta Kerja dengan mewajibkan para peserta didik mengisi absensi pagi, siang dan sore.
Hal ini disampaikan Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Agustinus Agus Rahmanto, usai rapat koordinasi dengan Suku Dinas Pendidikan Kota Jakarta Selatan di Mako Polres Metro Jakarta Selatan, Jumat, 16 Oktober 2020.
"Kita kumpul berdiskusi bersama Sudin Pendidikan, akhirnya kita sepakat ternyata kita paham dari Sudin sudah mempunyai alat warning (peringatan) dan pemberitahuan dari pihak sekolah maupun orang tua," kata Agus.
Agus menjelaskan, alur pencegahan yang disepakati dengan alur. Polisi akan memberitahukan kepada Sudin Pendidikan terkait adanya rencana aksi pada H-1.
