Ketua RT Ungkap Siswi SD Korban Bullying adalah Anak Yatim dan Tinggal Bersama Nenek di Depok

Lokasi bullying yang menimpa siswi SD di Depok
Sumber :
  • VoxPop.co.id/Rinna Purnama (Depok)

Depok – Seorang anak berinisial AU, siswi SD korban bullying yang dilakukan anak SMP saat ini masih dalam kondisi trauma. AU menjadi lebih banyak diam dan hanya dalam rumah saja. AU adalah anak yatim dan sehari-hari tinggal bersama neneknya.

img_title Geger Siswa SMP di Pemalang Meninggal Dunia Diduga Jadi Korban Bully, Polisi Lakukan Autopsi

“AU ini anak yatim tinggal sama neneknya. Neneknya itu penjual lauk matang. Yang tiap tahun dari biaya sekolahnya juga kita pikirin dari rumah yatim masjid,” kata Ketua RT 06 RW 07, Kuswanto, Rabu, 5 Juni 2024.

Sebagai ketua RT dia mengaku tidak tahu kronologi kejadian. Lokasinya pun bukan di lingkungannya. Namun untuk korban dan salah satu pelaku memang warganya. Kuswanto mengaku baru tahu dari Bhabinkamtibmas Kecamatan Pancoran Mas.

img_title Nekat! Penjaga Sekolah Peras Anak SD Buat Main Judol, Berujung Ditangkap Polisi

“Untuk kasus yang sekarang ini kebetulan saya juga tidak ada laporan dari korban awalnya, saya malah tahunya dari Bhabinkamtibmas Kecamatan Pancoran Mas. Kemarin itu sebelum magrib saya kedatangaan Bhabinkamtibmas yang mau ngecek kasus bullying di sini,” ujarnya.

Ilustrasi bullying

Photo :
  • Pixabay/Gerd Altmann
img_title Wamensos Ungkap Pesan Prabowo Buat Ratusan Baru Siswa Sekolah Rakyat di Semarang

Dari cerita yang dia ketahui, AU menjadi korban penganiayaan karena ingin menjadi adik-adikan terduga pelaku. AU diminta untuk duel sebagai syarat agar diterima dalam pertemanan terduga pelaku. AU tidak menanggapi permintaan tersebut. Namun saat sedang main dengan temannya di kebun samping Situ Asih Pulo, tiba-tiba AU dipukuli bergantian.

“Ceritanya anak-anak kalau versinya si korban diajak ke tempat tersebut. Mungkin kalau kita bicara anak sekolahan sekarang itu kayak adik kakakan. Tapi pada saat itu setelah saya melihat videonya yang viral juga ya lumayan serem karena korban ini digulung, dijatuhi ke tanah,” ujarnya.

“Akhirnya pamannya merasa tidak terima. Terus semalam sudah interogasi, kebetulan setelah babinkamtibnas datang nggak lama kemudian dari Reskrim sudah integrasi tentang kejadian tersebut. Kalau pihak keluarga korban setelah kejadian langsung visum dan langsung melapor ke Polres Depok,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, korban menjadi pendiam. Korban hanya diam dalam rumah bersama neneknya. Korban mengalami trauma atas peristiwa tersebut. “Semalam juga saya nggak tega takut anaknya down. Jadi semalam makannya juga langsung berpamitan sama saya,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut