Heru Budi Respons di DKI Banyak Kena PHK: Bukan Murni Warga Jakarta

Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono
Sumber :
  • VoxPop/Ahmad Farhan Faris

Jakarta, VoxPop - Penjabat (Pj) Gubernur Jakarta, Heru Budi Hartono merespons soal data terbaru Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) periode Januari-Juni 2024 di Jakarta. Ia menyebut tak semua warga asli Jakarta yang terkena pemutusan hubungan kerja tersebut. 

img_title Angka PHK Meningkat, OJK Pastikan Belum Ada Dampak Sistemik ke Industri Dana Pensiun

"Data PHK (di Jakarta) memang tinggi. Berdasarkan data yang ada, tidak murni adalah warga Jakarta yang sudah lama tinggal," ujar Heru Budi Hartono di Jakarta Selatan pada Senin, 5 Agustus 2024.

Presiden Jokowi bersama Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono

Photo :
  • Biro Pers Sekretariat Presiden
img_title Terkena PHK? Ini 21 Ide Bisnis yang Bisa Jadi Sumber Penghasilan Baru, Bisa Dimulai dengan Modal Minim

Di sisi lain, Heru Budi mengungkapkan banyak pendatang dari luar daerah tinggal di Jakarta. Ia menilai para pendatang ini perlu mendapat perhatian.

"Mereka kalau ke Jakarta tinggal dengan saudaranya, tinggal dengan temannya, dengan jaminan lainnya sesuai aturan kependudukan," kata dia.

img_title Dasco Kawal Kesepakatan Tripartit, Pastikan Tak Ada PHK di Streamlining Telkom

Nantinya, kata dia, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta bakal memberikan fasilitas berupa pelatihan kerja kepada warga yang terkena PHK itu. 

"Nah, ada sebagian yang belum mendapat pekerjaan. Itu termasuk dalam data (PHK), ini menjadi perhatian," tutur dia.

Diketahui, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI merilis data terbaru Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) periode Januari-Juni 2024. Tercatat, jumlah PHK mengalami kenaikan dan memakan korban hingga 32.064 orang.

Tenaga kerja yang kena PHK terpantau naik sebesar 4.842 dari pencatatan terakhir di bulan Mei. Sebelumnya, Kementerian Ketenagakerjaan merilis data PHK untuk Januari hingga Mei 2024 sebanyak 27.222 orang.

Jumlah PHK terbanyak berlokasi di Provinsi DKI Jakarta yang mencakup 23,29 persen dari keseluruhan PHK. Secara angka, terdapat 7.469 karyawan di Ibu Kota yang kena PHK.

"Pada periode Januari-Juni 2024, terdapat 32.064 orang tenaga kerja yang ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja). Tenaga kerja ter-PHK paling banyak terdapat di Provinsi DKI Jakarta yaitu sekitar 23,29 persen dari jumlah keseluruhan kasus yang dilaporkan," dikutip dari situs resmi Kemnaker.

Berikut 5 provinsi dengan jumlah PHK terbanyak:

1. DKI Jakarta sebanyak 7.469
2. Banten sebanyak 6.135
3. Jawa Barat sebanyak 5.155
4. Jawa Tengah 4.275
5. Sulawesi Tengah 1.812

Ilustrasi buruh garmen

Kemenperin Ungkap Penyebab Ancaman PHK 1.500 Pekerja Garmen di Jateng, Bukan karena Serbuan Impor

Kemenperin menjelaskan dugaan ancaman PHK sekitar 1.500 pekerja garmen di Jawa Tengah dipicu karena turunnya pesanan ekspor, bukan akibat banjir produk impor.

img_title
VoxPop.co.id
30 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut